Notification

×

Iklan

Nasabah Kecewa Pelayanan Pegadaian Simpang Limun, Tunggakan Kredit Dipertanyakan

Jumat, 29 Agustus 2025 | 22:03 WIB Last Updated 2025-08-29T15:24:30Z

Kantor Pegadaian Cabang Simpang Limun. (Foto: Istimewa)

ARN24.NEWS
– Seorang nasabah mengaku kecewa terhadap pelayanan Kantor Pegadaian Cabang Simpang Limun, Kota Medan, terkait dugaan tunggakan kredit yang dinilainya tidak logis.


Nasabah bernama Masdewani, warga Kecamatan Medan Kota, menyampaikan bahwa suaminya, Yudi, pada 2023 lalu mengambil pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp10 juta. Pinjaman itu, kata dia, telah rutin dibayarkan setiap bulan dan kini memasuki tahap akhir pelunasan.


“Ketika saya mau lunasi, pegawai bilang masih ada tunggakan sekitar Rp2 juta lebih. Padahal, paling lama kami pernah menunggak dua bulan saja, tapi kemudian tetap kami bayar,” ujar Masdewani, Jumat (29/8).


Ia menambahkan, dirinya sudah menghubungi Pegadaian pusat di Jakarta untuk menyampaikan pengaduan, namun diarahkan kembali ke kantor cabang Simpang Limun.


“Sesampainya di sana saya justru merasa diintimidasi dan dituduh berbohong. Padahal saya sudah bayar dan ada bukti struk pembayaran terakhir,” katanya.


Menurut Masdewani, pegawai Pegadaian meminta struk pembayaran tahun 2024, bukan bukti terbaru tahun 2025. Hal itu dianggapnya tidak masuk akal.


“Kalau memang ada tunggakan 2024, seharusnya tidak mungkin kami bisa melanjutkan pembayaran hingga 2025 dan sekarang sudah mau pelunasan,” tegasnya.


Situasi sempat memanas di kantor Pegadaian ketika nasabah tersebut menyampaikan keberatan. Ia juga membantah penjelasan pegawai yang menyebut tunggakan sempat ditutup menggunakan uang pribadi petugas.


“Tidak logis. Kami merasa tidak pernah menunggak sebesar yang dituduhkan,” ujarnya.


Secara terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Humas & Protokoler PT Pegadaian Kanwil I Medan Febrian Mega Putra menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut dan menegaskan pihaknya akan melakukan pengecekan.


“Mungkin terjadi miskomunikasi, meskipun begitu kita akan mengecek terlebih dahulu,” katanya. (rfn)