ARN24.NEWS - Keterbatasan lahan pemakaman bagi umat Kristen di Kecamatan Medan Helvetia menjadi keluhan masyarakat. Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan tempat pemakaman karena hampir seluruh lahan yang tersedia telah penuh.
Keluhan tersebut disampaikan warga kepada Anggota DPRD Kota Medan, Robi Barus, saat pertemuan di Jalan Gaperta Ujung, Medan Helvetia, Sabtu (14/2/2026).
“Kami memohon kepada Pemko Medan agar menyediakan lahan pemakaman umum Kristen dengan biaya terjangkau,” ujar salah seorang warga.
Hal senada disampaikan Jonlis Purba yang menyebut persoalan serupa tidak hanya terjadi di Medan Helvetia, tetapi juga di sejumlah kecamatan lain di Kota Medan.
“Kami benar-benar kesulitan mencari lahan pemakaman. Sejumlah lokasi seperti Sei Bederah, Cinta Damai, dan Sei Semayang sudah penuh. Sementara di Simalingkar B biayanya cukup mahal,” ungkap Jonlis.
Ia menambahkan, keluhan terkait keterbatasan lahan pemakaman kerap diterimanya dari masyarakat, termasuk saat ada warga yang meninggal dunia namun kesulitan menentukan lokasi pemakaman.
Jonlis juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Medan sebenarnya telah membentuk Badan Pengelola Perkuburan Kristen (BP2K). Namun, keberadaan lembaga tersebut dinilai belum tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat, khususnya Serikat Tolong Menolong (STM).
“BP2K sudah ada dan berjalan sekitar tiga tahun, tetapi banyak pengurus STM yang belum mengetahuinya,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Robi Barus meminta Pemerintah Kota Medan memberikan perhatian serius terhadap persoalan lahan pemakaman umat Kristen yang dinilai semakin mendesak.
“Masalah ini sudah lama dikeluhkan masyarakat. Pemko Medan harus segera mencari solusi, termasuk penyediaan lahan pemakaman baru,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan peran BP2K melalui sosialisasi yang lebih masif hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan lingkungan.
“Camat, lurah, hingga kepala lingkungan harus aktif menyosialisasikan BP2K agar masyarakat mengetahui mekanisme pengelolaan pemakaman,” ujarnya.
Robi berharap Pemko Medan dapat segera mengambil langkah konkret guna memastikan ketersediaan lahan pemakaman yang layak dan terjangkau, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan saat menghadapi situasi kedukaan.









