
Pemain PSMS berusaha penetrasi dengan dibayang-bayangi pemain Garudayaksa FC. PSMS harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 1-0. (Foto: Istimewa)
ARN24.NEWS – PSMS Medan harus menelan kekalahan pahit 0-1 dari Garudayaksa di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (11/4/2026) sore, meski sempat unggul jumlah pemain sejak injury time babak pertama.
Gol cepat Everton pada menit ke-7 menjadi pembeda dalam pertandingan yang seharusnya bisa dikuasai tim Ayam Kinantan.
Sejak tertinggal, PSMS tampil menekan dan bahkan diuntungkan dengan situasi jumlah pemain setelah Garudayaksa kehilangan satu pemain, Aditia Hermawan yang mendapatkan kartu merah. Namun, dominasi tersebut gagal dikonversi menjadi gol penyama kedudukan.
Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai laga. Ia menilai timnya membuang terlalu banyak peluang emas.
“Kami kecewa dengan hasil ini karena tadi banyak peluang dan tidak bisa bikin gol. Kita bermain dengan keunggulan pemain, tapi tidak maksimal. Secara pribadi saya sangat kecewa,” ujarnya, usai pertandingan.
Eko juga menyoroti jalannya pertandingan yang sebenarnya berada dalam kendali timnya, namun berakhir tidak sesuai harapan.
“Harusnya kita bisa menguasai pertandingan. Tapi hasil berkata lain. Lawan bisa mencetak gol dan inilah sepak bola. Ini jadi bahan evaluasi kami,” tambahnya.
Menurutnya, setelah Garudayaksa bermain dengan sembilan pemain, mereka memilih bertahan total dan mengandalkan serangan balik, yang membuat PSMS kesulitan membongkar pertahanan.
“Selepas mereka sembilan pemain, mereka bermain sangat dalam dengan lima pemain belakang dan mengandalkan counter attack. Kita kesulitan menembus, padahal ada peluang,” jelasnya.
Meski kecewa, Eko menegaskan timnya harus segera bangkit mengingat masih ada tiga pertandingan tersisa.
“Kita harus sapu bersih tiga laga sisa, dua di kandang dan satu tandang,” tegasnya.
Senada dengan sang pelatih, pemain PSMS Jodi Kurniady juga mengungkapkan rasa kecewa atas hasil tersebut.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan pertandingan, tapi hasilnya belum sesuai harapan. Kami akan berbenah lagi ke depan,” katanya.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi PSMS, terutama karena gagal memanfaatkan keunggulan pemain di dua laga terakhir. Evaluasi menyeluruh pun menjadi pekerjaan rumah besar sebelum menghadapi dua laga kandang dan satu tandang agar bisa bertahan di Championship. (sh)








