
Pemain asing PSMS saat mengawal pergerakan pemain Port FC dalam pertandingan yang dimenangkan sang juara bertahan asal Thailand, Port FC dengan skor 2-0. (Foto: Istimewa)
ARN24.NEWS – PSMS Medan mengawali kiprahnya di Grup B Piala Presiden 2026 dengan hasil kurang memuaskan. Menghadapi juara bertahan Port FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (26/7/2026) sore, skuad Ayam Kinantan harus mengakui keunggulan wakil Thailand tersebut dengan skor 0-2.
Pertandingan yang disiarkan langsung itu memperlihatkan efektivitas permainan Port FC. Dua gol kemenangan dicetak Shimura Noboru pada menit ke-16 dan Al Sabhi Isham pada menit ke-53. Meski kalah, PSMS tetap memberikan perlawanan sepanjang laga menghadapi tim yang musim lalu keluar sebagai juara Piala Presiden.
Bagi PSMS, pertandingan ini menjadi pengalaman berharga. Sebagai satu-satunya wakil Liga 2 Indonesia di turnamen, tim besutan Eko Purdjianto harus langsung berhadapan dengan salah satu tim terkuat di Grup B.
Port FC langsung mengambil inisiatif menyerang sejak peluit awal dibunyikan. Tim asuhan Sarawut Treephan menguasai jalannya pertandingan melalui umpan-umpan pendek dan tekanan tinggi yang membuat PSMS lebih banyak bertahan.
Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-16. Shimura Noboru berhasil memanfaatkan peluang di depan gawang untuk membawa Port FC unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, PSMS mencoba bangkit dengan mengandalkan serangan balik cepat dari kedua sisi lapangan. Sejumlah peluang sempat tercipta, tetapi penyelesaian akhir belum mampu menembus pertahanan disiplin Port FC. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Port FC kembali tampil agresif. Tekanan yang terus diberikan akhirnya membuahkan gol kedua pada menit ke-53 melalui Al Sabhi Isham. Gol tersebut membuat Port FC semakin nyaman mengendalikan permainan. Di sisi lain, PSMS berusaha meningkatkan tempo serangan dengan melakukan sejumlah pergantian pemain.
Port FC sebenarnya memiliki peluang emas memperbesar keunggulan pada menit ke-75 setelah wasit menunjuk titik putih. Penyerang asal Brasil, Ruan Ribeiro, maju sebagai algojo. Namun, tendangan penaltinya gagal berbuah gol sehingga skor tetap bertahan 2-0.
Kegagalan tersebut membuat PSMS terhindar dari kekalahan yang lebih telak, meski secara keseluruhan Port FC tampil lebih dominan sepanjang pertandingan.
Usai pertandingan, Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, tidak menutupi kekecewaannya atas hasil tersebut. Namun, ia menilai laga melawan juara bertahan menjadi pengalaman penting bagi tim yang sedang dipersiapkan menghadapi Liga 2 musim 2026/2027.
"Yang pertama, apresiasi buat suporter PSMS, alhamdulillah. Lawan pertama dengan tim juara tahun lalu. Laga ini sangat berharga sekali buat kita. Pertandingan pertama di pre-season, di turnamen yang luar biasa," kata Eko kepada wartawan.
Eko mengakui Port FC tampil lebih baik dan pantas meraih kemenangan. Karena itu, ia menegaskan tim pelatih akan segera melakukan evaluasi sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
"Yang pasti ke depannya kita evaluasi. Kita akui keunggulan Port FC. Kita akan berbenah untuk pertandingan kedua," ujarnya.
PSMS tidak memiliki banyak waktu untuk larut dalam kekecewaan. Pada pertandingan berikutnya, Ayam Kinantan akan menghadapi tuan rumah Persebaya Surabaya yang juga menjadi salah satu favorit di Grup B.
Laga akan berlangsung Rabu (29/7/2026) mendatang di Stadion Gelora Bung Tomo, kickoff pukul 10.30 WIB. Eko menyadari laga tersebut tidak akan lebih mudah karena Persebaya bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri. (sh)








