Notification

×

Iklan

Dari Aceh hingga Jawa Barat, 74 Atlet Ramaikan Kejuaraan Panahan Tradisional di Percut Sei Tuan

Senin, 02 November 2026 | 10:42 WIB Last Updated 2026-11-02T03:42:36Z

Kegiatan olahraga tradisional yang berada di bawah naungan Federasi Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) Sumatera Utara (Sumut) tersebut diikuti 74 atlet dari berbagai daerah di Indonesia. (Foto: Istimewa) 

ARN24.NEWS
– Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Serutan Open Archery Championship yang digelar komunitas panahan tradisional Serutan Percut Sei Tuan di Lapangan Tambak Rejo, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Minggu (1/11/2026).


Kegiatan olahraga tradisional yang berada di bawah naungan Federasi Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) Sumatera Utara (Sumut) tersebut diikuti 74 atlet dari berbagai daerah di Indonesia.


Para peserta datang dari Jawa Barat, Aceh, Riau, Sumatera Barat dan Sumatera Utara, dengan peserta terbanyak berasal dari Aceh dan Sumut.


Kompetisi panahan dengan nomor jarak 30 dan 50 meter ini diprakarsai Komunitas Serutan yang diketuai Kang Ujang. Pelaksanaan kegiatan turut menggandeng Ketua BKPRMI Kecamatan Percut Sei Tuan, Mhd. Arifin, yang dipercaya sebagai ketua panitia.


Kegiatan tersebut mendapat dukungan hadiah pembinaan yang difasilitasi Misdianto, anggota DPRD Deli Serdang. Selain itu, panitia juga mendapat dukungan hadiah berupa Busur Laminasi Rodma serta beberapa lusin anak panah (arrow) dari sejumlah donatur lainnya untuk menambah semangat dan motivasi para atlet yang ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.


Pembukaan kegiatan turut dihadiri Kasi Pemerintahan Kecamatan Percut Sei Tuan M. Yogie Adlin, Kepala Desa Amplas Usman, tokoh masyarakat Edi Purwanto dan Wagimin, serta sejumlah tamu undangan lainnya.


Sejak pagi, para atlet terlebih dahulu melakukan registrasi ulang sekitar pukul 07.30 WIB. Setelah seluruh peserta siap, pertandingan dimulai dan berlangsung hingga sore hari.


Pertandingan berjalan dengan penuh sportivitas, kebersamaan dan kekeluargaan. Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga terus berdatangan. Sejumlah kepala desa se-Kecamatan Percut Sei Tuan, Bhabinkamtibmas, Komandan Brigade BKPRMI beserta anggota BKPRMI dan masyarakat sekitar turut hadir menyaksikan jalannya pertandingan.


Menariknya, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Beberapa warga memanfaatkan keramaian dengan membuka UMKM dadakan di sekitar lokasi pertandingan.


Ketua panitia, Mhd. Arifin, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi para pecinta panahan tradisional dari berbagai daerah.


“Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud kecintaan panitia dan peserta terhadap salah satu kegiatan sunnah yang disukai Nabi Muhammad SAW. Selain memacu adrenalin dan semangat para atlet, kegiatan ini juga menjadi momen silaturahmi para atlet dari berbagai daerah,” ujar Mhd. Arifin yang juga Kepala Desa Sambirejo Timur. 


Pertandingan berlangsung sejak pagi hingga sekitar pukul 17.45 WIB. Perlombaan dimulai dari jarak 30 meter kemudian dilanjutkan ke jarak 50 meter dengan sistem gugur secara bertahap hingga memasuki babak final.


Dari hasil pertandingan, Kang Roji dari Jawa Barat berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Abu Sani dari Padang, Sumatera Barat, sedangkan juara ketiga diraih Muslim dari Medan, Sumatera Utara.


Selain tiga juara utama tersebut, panitia juga memberikan hadiah kepada total sembilan atlet sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan perjuangan para peserta selama mengikuti pertandingan.


Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung meriah namun tetap tertib. Cuaca yang cerah turut mendukung jalannya pertandingan hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.


“Kami dari panitia mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Kami juga memohon maaf kepada seluruh peserta dan tamu undangan apabila masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan,” pungkas Arifin. 


Dengan berakhirnya Serutan Open Archery Championship, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga semakin memperkenalkan olahraga panahan tradisional sekaligus mempererat persaudaraan antarpecinta panahan dari berbagai daerah. (sh)