
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
ARN24.NEWS - Warga Dusun IV, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mengeluhkan dugaan maraknya peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Simpang Penampungan, tepatnya di belakang warung nasi tasak telu.
Warga menilai aktivitas yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika tersebut semakin meresahkan karena disebut berlangsung secara terbuka, meskipun upaya pemberantasan narkoba terus digencarkan oleh aparat kepolisian.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, aktivitas yang diduga sebagai transaksi sabu itu kerap terjadi setiap hari. Kondisi tersebut membuat masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi merasa terganggu dan khawatir terhadap dampak peredaran narkoba bagi lingkungan, khususnya anak-anak.
Seorang warga bermarga Perangin-angin yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku sangat resah dengan kondisi tersebut.
"Kami sangat resah, Bang. Tidak tahu siapa saja yang datang ke sini untuk membeli sabu. Aktivitasnya sangat mengganggu. Kalau sudah malam, kami bahkan sulit tidur dan takut anak-anak kami nantinya menjadi korban," ujarnya.
Ia juga mempertanyakan belum adanya penindakan yang dinilai efektif terhadap dugaan aktivitas peredaran narkotika di kawasan tersebut.
Menurut dia, lokasi itu pernah digerebek aparat kepolisian. Namun, warga mengaku aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran sabu kembali terjadi setelah penggerebekan tersebut.
"Yang kami herankan, kenapa tidak pernah ada penangkapan yang membuat aktivitas itu berhenti? Pernah sekali digerebek, tetapi besoknya aktivitas seperti itu kembali marak. Kami berharap Polsek Patumbak serius menanggapi keresahan masyarakat ini," katanya.
Warga juga menyampaikan dugaan adanya sejumlah orang yang terlibat dalam aktivitas tersebut. Bahkan, mereka menyebut beberapa nama dan inisial yang diduga berkaitan dengan peredaran sabu di lokasi itu. Namun, informasi tersebut masih memerlukan penyelidikan dan pembuktian oleh aparat penegak hukum.
Masyarakat berharap Polsek Patumbak bersama Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan segera turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan, menindaklanjuti laporan warga, serta memberantas dugaan peredaran narkotika hingga ke pihak yang diduga menjadi pemasok.
Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara Kombes Pol Andy Arisandi, S.H., S.I.K., M.H., yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (4/11), terkait dugaan maraknya peredaran sabu di kawasan tersebut, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan.
Masyarakat berharap aparat kepolisian tidak hanya melakukan penindakan sesaat, tetapi juga mengusut tuntas dugaan jaringan peredaran narkotika agar lingkungan tempat tinggal mereka terbebas dari ancaman narkoba. (EL Tarigan)














