Notification

×

Iklan

Dikeluarkan dari Kelas Karena Belum Vaksin Tahap II, Orangtua: Ini Arogan

Rabu, 02 Maret 2022 | 15:09 WIB Last Updated 2022-03-02T08:09:36Z

Para orangtua dan wali kelas siswa SDN No. 101504 Basilam Baru yang protes ke guru di sekolah tersebut. (Foto: Istimewa)



ARN24.NEWS
– Orangtua atau wali murid yang anaknya dikeluarkan dari kelas karena belum vaksin tahap II, menyesalkan sikap guru SD Negeri No. 101504 Basilam Baru, Kecamatan Angkola Muaratais, Tapanuli Selatan (Tapsel), yang sangat arogan. Alasan belum vaksin tahap 2 dianggap melecehkan anak.


“Saya bukan tak mau cucu saya divaksin dua kali. Gini lo, sejak vaksin pertama sebulan lalu, cucu saya mengalami gatal gatal berair di pantat dan di jari-jarinya,” ujar Muhammad (50) wali/orangtua murid Sofian Pulungan, SD Negeri No. 101504 Basilam Baru.


Lebih jauh Muhammad menyampaikan, guru di SD tersebut tak punya rasa jiwa pendidkan.


“Nanti, kalau gatal gatalnya sudah sembuh, ya silahkan vaksin. Ndak ada masalah. Kan masih bisa belajar sambil menunggu sembuh, kenapa harus diusir dari ruangan kelas?, percuma itu guru, tak punya jiwa pendidikan,” ujar Muhammad kesal.


Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah siswa siswi SD Negeri di Tapsel, dikeluarkan dari rung belajar karena belum vaksinasi tahap II. Menurut guru kelas, pemberhentian murid belajar ini karena surat edaran dari Dinas Pendidikan Tapsel.


Pengeluaran siswa siswa SD dari ruang kelas ini, terjadi di SD Negeri No. 101504 Basilam Baru, Kecamatan Angkola Muaratais. Rabu (2/3/2022) pagi.


“Tadi sudah masuk kelas, tapi disuruh keluar sama guru. Karena belum vaksin dua kali,” ujar Sofian Pulungan (8) siswa kelas SD Negeri No. 101504 Basilam Baru.


Selain Sofian Pulungan, sejumlah siswa lainnya juga mengalami hal yang sama. Mulai dari siswa kelas 1 hingga kelas 6 dikeluarkan dari dalam kelas karena belum vaksin. (sh)