![]() |
| Ilustrasi |
ARN24.NEWS -- Perempuan ini inisial WD. Usianya 37 tahun namun masih berkeinginan menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Tepat setahun lalu, WD mendapat informasi bahwa ada seorang wanita bisa mengobati penyakitnya. Dari situ WD berangkat menuju alamat sang dukun di Tani Asli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.
WR, begitu inisial dukun pengobatan alternaf perempuan itu. Setelah beberapa kali berobat, WR menawarkan bisa memasukkan PNS di salah satu instansi. Tak pelak, WD dan orangtuanya tergiur. Hanya saja, untuk masuk jadi PNS harus mengeluarkan sejumlah biaya.
Sayang, WD dan orangtuanya tak mau pikir panjang. Mereka menerima tawaran si dukun dan menyerahkan uang. Setelah tunggu punya tunggu, alhasil kabar dari si dukun tak kunjung tiba. Kesal, pastinya meradang di hati WD dan orangtuyanya.
Dengan berat hati mereka melaporkan WR ke Polrestabes Medan. "Saya sendiri sudah menyerahkan total uang sebesar Rp 20 juta," terangnya kemarin.
Uang itu diserahkan secara bertahap dan ada tanda terima dari si terduga pelaku. Dan korbanya ratusan orang dan beberapa di antaranya sudah membuat laporan pengaduan ke Polrestabes Medan.
"Ada tanda terima uang dan juga ada pernyataan si terduga pelaku ini untuk mengembalikan uang, namun hingga sekarang si terduga pelaku ini tak ada mulangkan duit kami. Laporanya bernomor STTLP/804/ III/ YAN/ 2.5/2022/ SPKT/ Polrestabes Medan/ Polda Sumatera Utara pertanggal 11 Maret 2022. Hingga kini pelaku belum juga ditangkap-tangkap. Saya minta laporan kami ini segeralah ditindak lanjuti. Kalau korban lain berinisial SW mengalami kerugian sebesar Rp 170 juta," akhirinya. (mtc/nt)









