
Kebakaran di kawasan padat penduduk di Jalan Letda Sujono, Kecamatan Medan Tembung yang sempat membuat situasi mencekam. (Foto: Istimewa)
ARN24.NEWS – Suasana malam di tengah cuaca gerimis yang melanda di kawasan Jalan Letda Sujono tepatnya di depan sebuah masjid besar, Kecamatan Medan Tembung seketika berubah riuh. Pasalnya tiba-tiba kobaran api cukup besar muncul dari atap rumah salah seorang warga, Kamis (26/8/202) sekira pukul 23.30 WIB tadi.
Hal itu sontak membuat warga jadi panik. Terlebih penghuni rumah yang lari keluar sembari meminta tolong karena tempat tinggalnya terbakar. Warga lain juga menyahuti teriakan itu.
"Kebakaran...kebakaran..kebakaran!" teriak warga yang terdengar kencang.
Warga lainnya lalu berbondong-bondong keluar. Sepastinya para pengguna jalan raya di Jalan Letda Sujono juga ikut membuat ramai karena penasaran ingin melihat langsung kejadian itu.
Sembari berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, warga pun melaporkan kejadian itu ke petugas pemadam kebakaran guna membantu memadamkan api. Polisi yang juga menerima informasi itu segera turun ke lokasi dan mencoba membantu serta mendata terhadap pemilik dan penghuni rumah yang terbakar.
Sedikitnya 7 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemko Medan diturunkan ke lokasi. Tak butuh lama, api pun langsung bisa dipadamkan.
Menurut pengakuan warga, munculnya kobaran api dari atap rumah di sana membuat warga sempat mencekam. Sebab, rumah yang terbakar itu padat penduduk yakni saling berdekatan dengan rumah lainnya.
"Banyak yang ketakutan berlarian ke luar rumahnya karena rumah yang terbakar itu berdekatan dengan rumah yang lain dan itu rumah kontrakan atau rumah sewa," sebut salah seorang warga bernama Dian kepada wartawan di lokasi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kebakaran tersebut diakibatkan arus pendek listrik (korsleting) yang terjadi di rumah yang terbakar. Api cepat merambat ke atap rumah karena beberapa bagian rumah terbuat dari bahan yang mudah terbakar.
"Karna kondisi rumah bagian atas rumah banyak yang menggunakan kayu jadi pas kosreting listrik langsung mudah kebakaran. Tadi kami lihat kondisi plafon atap rumah juga sudah lapuk jadi mudah terbakar," ujar warga lagi.
Beruntung dalam insiden itu tak menimbulkan korban jiwa. Namun kerugian ditaksir puluhan jutaan rupiah. (has)








