ARN24.NEWS -- Terungkap asal muasal mengapa Fika Andrean Banjarnahor menikam kekasihnya, Eka Wahyu Lestari sebanyak 16 kali. Maslahnya karena cewek 24 tahun yang tinggal di Dusun IV, Desa Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara tersebut meminta uang.
Mirisnya, uang tersebut yang diminta tak lain untuk menggugurkan kandungan hasil hubungan gelap sejoli tersebut. Tak pelak, hal itu membuat pria 20 tahun warga jalan Langsat Kelurahan Sentang Kisaran Timur, Asahan itu.
Dengan membabibuta Andrean menikami tubuh Eka menggunakan pisau lipat yang ada di mobil Brio BK 1557 ZH miliknya. Kepada polisi, pelaku mengaku sebelumnya dia menjemput Eka di tempatnya bekerja di Stations SPA Komplek Graha Kisaran.
Eka tercatat bekerja di sana sebagai terapis. Setelah itu mereka pun jalan-jalan. Bahkan sempat singgah sebentar untuk minum di Simpang Perda Jalan Ir Sutami, Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kisaran Timur, Asahan.
"Dari awal perbincangan itulah kami berdua mulai cekcok mulut, dan selanjutnya kami berdua kembali naik mobil menuju ke arah Jalan Pabrik Benang," sebutnya kepada petugas.
Memang, lanjutnya, selama ini sang kekasih Eka sering meminta uang kepadanya. Namu kali ini permintaan tersebut membuat Andrean berang. Dia minta uang untuk menggugurkan janin yang ada di dalam rahimnya.
"Sejak itulah saya mulai emosi dan melakukan penganiayaan dengan menggunakan sajam yang tersimpan dalam mobil saya," ungkapnya.
Sementara Kasat Reskrim AKP M Said Husein melalui Kanit Tipidter Sat Reskrim Polres Asahan Iptu A Rambe membenarkan kejadian tersebut. Korban Eka Wahyu Lestari hingga kini masih belum dapat diambil keterangannya dikarenakan masih dalam perawatan kesehatan di rumah sakit. Sedangkan pelaku sudah berada di dalam sel tahanan Sat Reskrim Polres Asahan. (mtc/nt)








