ARN24.NEWS -- Nasib apes menimpa Ilyas. Pria 38 tahun ini mengaku dibegal. Duit untuk bayar sekolah anaknya pun raib. Padahal, mirisnya lagi uang itu dikumpulkan warga Jalan Asahan, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan ini seperak demi seperak dari hasil narik becaknya.
Kejadian tersebut pada dini hari WIB. Saat itu korban mengantar sewanya di Jalan TM Pahlawan, Lorong Kenangan Kelurahan Belawan 1. "Pas saya antar penumpang itu meminta saya untuk menunggu sebentar. Tak lama kemudian datang tiga orang menghampiri saya dengan menodongkan pisau," urainya, Selasa (18/7/2023).
Tak kuasa hasil keringatnya dijarah, lalu korban coba melakukan perlawanan. Namun nahasnya, pelaku membacok tangan korban. Tak cuma itu, korban juga dianiaya dengan cara meminjaknya.
"Mereka mengambil dompet berisi uang ratusan ribu yang rencananya akan saya buat mendaftarkan anak ke sekolah dan hape saya raib," tukasnya.
Korban yang telah terluka tak dapat berbuat banyak saat para pelaku mengambil hp dan uangnya sebanyak Rp 500 ribu. Selang sehari kejadian, ponsel korban dipulangkan.
"Yang ngantar hape saya seorang tokoh masyarakat di Lorong Melati, tapi uangnya gak ada lagi," imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, dirinya mengungkapkan rasa kecewa dengan pihak kepolisian yang saat dirinya melapor tidak ditanggapi. "Aku kecewa dengan pihak kepolisian bang, saat aku datang ke Polres Pelabuhan Belawan bagian piket bilang penyidik gak ada yang bisa dihubungi dan aku diarahkan Kepolsek Belawan," tandasnya. (mtc/nt)
.jpg)








