Notification

×

Iklan

Iklan

ESP Parinduri (Jurnalis): Swiss Bukan Kaleng-Kaleng....

Sabtu, 29 Juni 2024 | 14:41 WIB Last Updated 2024-06-29T07:51:08Z
ESP Parinduri (Jurnalis) 

ARN24.NEWS --
Bola itu bundar. Semuanya bisa terjadi. Pun harus menantang lawan yang jauh dari peringkat FIFA. Namun dengan statistik pemain yang rerata, sepertinya Swiss mampu menggilas Italia pada babak 16 besar Piala Eropa 2024 digelar di Olympiastadion, Sabtu (29/6/2024) pukul 23.00 WIB.

"Jadi tak ada yang mustahil dalam pertandingan sepakbola. Permainan Timnas Italia sudah dikenal dunia. Namun terkadang anak asuh Luciano Spalletti inkonsisten. Sedangkan Swiss sendiri semua lini saya lihat sangat solid, sehingga bisa mengatasi serangan Azzurri (julukan Italia). Dan istilahnya Swiss itu bukan kaleng-kaleng di benua biru," ulas jurnalis Medan, ESP Parinduri, Sabtu (29/6/2024). 

Apalagi pada dua laga fase sebelumnya, terlihat bahwa permainan negeri Pizza itu kurang konsisten. Pun di awal menang melawan Albania dengan skoor 2-1, dan kalah terhadap Spanyol 1-0, hingga sempat ditahan imbang Kroasia 1-1, Donnarumma CS kerap kehilangan bola. 

Di dua laga terakhir juga Swiss bisa menahan imbang Italia. Itu terjadi pada tahun 2021 saat Kualifikasi Piala Dunia. Artinya, lanjut Parinduri, dengan pemain yang mumpuni, toh tak menjamin Italia mengandaskan Swiss yang berperingkat 19 dunia. 

"Sedangkan kita tahu saat ini Italia sendiri peringkat 10 dunia. Ini kan sangat bertolak belakang saya rasa. Makanya, saya optimis Swiss mengubur mimpi Italia dengan skir tipis 1-0 atau 2-1," beber pria bertopi ini. 

Dalam laga nanti, pelatih Swiss Murat Yakin mengusung skema 3-4-2-1 yang mengandalkan Embalo di lini depan. Walau Embolo diberi amanah sebagai penyerang tunggal, namun tak tertutup kemungkinan Ndoye yang kini jadi bidikan sejumlah klub ternama eropa bisa mengubah keadaan. 

Kecepatan Ndoye dan daya dobrak yang kuat dibantu Xhaka serta Aebischer diprediksi membuat pertahanan Italia yang dikawal Di Lorenzo CS bakal kocar-kacir. Dan yang harus diingat bahwa pilar Swiss di bawah mistar yakni Sommer kian memperlihatkan peningkatan. 

Sedangkan Luciano Spalletti tetap pada formasi awal, 4-3-3. Dengan skema itu, tiga penyerang dengan yaitu Barella; Chiesa, Zaccagni diharapkan bisa melesatkan bola ke gawang Sommer. Hanya saja, terkadang di skuat Italia masih terlihat adanya rasa ego. Sehingga ini yang jadi kendala Italia meraup point penuh. 

Swiss lolos sebagai runner-up Grup A dengan dua poin di belakang tuan rumah Jerman. Di grup itu, Swiss mencetak lima gol, kebobolan tiga, dan tak terkalahkan.

Swiss menang 3-1 atas Hungaria, kemudian imbang 1-1 dengan Skotlandia dan Jerman. Lima gol Swiss dicetak oleh lima pemain berbeda. Mereka adalah Kwadwo Duah, Michel Aebischer, Breel Embolo, Xherdan Shaqiri, serta Dan Ndoye.

Swiss diprediksi tak banyak mengubah komposisi pemain dari fase grup. Dan Ndoye serta Fabian Rieder berpeluang jadi 2 pemain di belakang striker, dalam formasi 3-4-2-1. Mereka diharapkan jadi pemain yang bisa menciptakan peluang untuk La Nati.

Timnas Italia diprediksi turun dengan skema 4-3-3. Posisi penyerang masih jadi masalah utama di kubu Gli Azzurri. Pelatih Luciano Spalletti kerap mengganti Mateo Retegui, Gianluca Scamacca, dan Giacomo Raspadori di posisi penyerang tengah. Tapi mereka belum mampu menunjukkan performa impresif.

Swiss tanpa kemenangan dalam 11 laga terakhir vs Italia. Dan 5 dari 6 pertemuan terakhir Swiss dan Italia berkesudahan imbang. Tak termasuk adu penalti, Swiss cuma kalah 1 kali dalam 13 laga terakhir di putaran utama Euro yakni 0-3 vs Italia di fase grup Euro 2020.

Swiss cuma kalah 1 kali dalam 17 laga terakhir. Swiss selalu kebobolan 1 gol dalam 4 laga terakhir. Tak termasuk adu penalti, Italia cuma kalah 1 kali dalam 12 laga terakhir di putaran utama Euro. Italia gagal mencetak gol cuma di 1 laga dalam 12 laga terakhir di putaran utama Euro. Italia cuma kalah 1 kali dalam 9 laga terakhir. (saze)