Notification

×

Iklan

Iklan

Hajab!! Venue Arung Jeram di Sungai Alas Aceh Tenggara Belum Dikerjakan

Jumat, 21 Juni 2024 | 19:03 WIB Last Updated 2024-06-21T12:03:29Z

Lokasi pelaksanaan kegiatan perlombaan cabor Arung Jeram di Desa Pulo Latong, Kecamatan Ketambe yang sama sekali belum ada dikerjakan. (Foto: Istimewa)

ARN24.NEWS
– Sungai Alas Aceh Tenggara terpilih menjadi lokasi (venue) cabang olahraga Arung Jeram dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 nanti.


Lokasi pelaksanaan kegiatan perlombaan cabor Arung Jeram tersebut tepatnya berada di Desa Pulo Latong, Kecamatan Ketambe. Kawasan ini menjadi arena (tempat) utama para atlet berkumpul.


Namun, sampai sekarang venue cabor arung jeram belum dikerjakan, padahal perhelatan pesta olahraga empat tahunan itu tinggal menghitung hari. Tentunya ini memerlukan berbagai persiapan demi mensukseskan pesta olahraga terbesar tingkat nasional tersebut.


Pantauan wartawan di Aceh Tenggara, saat memasuki gerbang wisata hingga menuju lokasi Sungai Alas belum ada tanda-tanda pembangunan atau perbaikan beberapa fasilitas yang berada di lokasi.


Bahkan, tampak masih ada sebuah bangunan kosong terbengkalai tak terawat serta telah dikelilingi rumput liar.


“Belum ada pihak mana pun yang meninjau lokasi untuk persiapan cabor Arung Jeram,” kata Fatimah salah seorang pedagang di pinggir Sungai Alas Wisata Lawe Gurah, Jumat (21/6/2024).


Fatimah mengaku, dirinya sudah mengetahui tentang kabar Sungai Alas bakal dijadikan lokasi cabor Arung Jeram untuk PON 2024 nanti. Akan tetapi, hingga kini belum ada panitia atau pihak terkait yang membersihkan lokasi apalagi memperbaiki fasilitas di sana.


"Dan biasanya kalau sudah ada perlombaan Arung Jeram pasti terlihat ada panitia memasang garis tali start atau umbul-umbul di sekitar lokasi Sungai Alas, tetapi untuk sekarang belum ada," ucap Fatimah lagi.


Terpisah, Sekretaris Umum Pengprov Faji Sumut Elwin Reza mengatakan terkait persiapan tuan rumah cabor Arung Jeram PON Aceh-Sumut 2024, fasilitas penunjang seperti penginapan atlet, pos polisi, koramil serta pos kesehatan belum dipersiapkan.


"Ini membutuhkan tata kelola konservasi berbasis Ecosport tourism serta penguatan pada kearifan lokal," kata Elwin.


Elwin Reza menyebut kan pentingnya melakukan sosialisasi Sungai Mamas dan Sungai Alas Kabupaten Aceh Tenggara pada pemuda, pemuka masyarakat, pemdes setempat agar memperkuat dan mempermudah tata kelola sesuai dengan kearifan masyarakat lokal.


"Menjunjung tinggi kearifan lokal serta mendukung event pon XXI Aceh - Sumut dalam cabang olahraga arung jeram yang  berbasis Ecosport tourism," ujarnya. (sh)