Notification

×

Iklan

Iklan

Bambang Usmanto (Eks Pemain PSMS Medan): Belanda Mampu Atasi Inggris

Rabu, 10 Juli 2024 | 18:32 WIB Last Updated 2024-07-10T11:32:29Z
Mantan Pemain PSMS Medan, Bambang Usmanto.  

ARN24.NEWS --
Tim Belanda asuhan pelatih Ronald Koeman akhirnya akan bertemu dengan rival beratnya tim Inggris asuhan Gareth Southgate di babak semi final piala Euro thn. 2024. Kedua tim ini juga merupakan kandidat untuk menjuarai piala Euro tahun ini. 

Belanda lolos ke semi final setelah menaklukan tim kuda hitam Turki di babak 8  besar dng score 2-1, sedangkan Inggris lolos ke semi final setelah mengalahkan  Swiss dng score 5-3 melalui drama adu pinalti, setelah di waktu normal dan perpanjangan waktu bermain imbang 1-1.

Pertemuan mereka nanti akan berlangsung di Westfalen Stadium Dortmund, Kamis (11/7/2024) pukul 02.00 WIB. Belanda pernah menjuarai piala Eropa pada thn.1988 di Jerman setelah mengalahkan Uni Soviet di final dng score 2-0. Gol kemenangan Belanda waktu itu dicetak oleh Ruud Gullit dan Marco Van Basten.

Belanda belum pernah sekalipun tampil sebagai juara piala Dunia, tapi pernah 3 kali tampil di partai final yaitu pada tahun 1974 di Jerman, tahun 1978 di Argentina, tahun 2010 di Afsel dan semuanya mengalami kegagalan untuk tampil sebagai juara piala Dunia. Makanya tim Belanda sempat mendapat julukan sebagai juara dunia yang tak bermahkota. 

Sementara tim Inggris sendiri belum pernah sekali pun meraih juara piala Eropa tapi pernah meraih juara piala Dunia di tahun 1966 di Inggris setelah mengalahkan Jerman Barat di final dengan score 4-2.
Pada tahun 1966 ini Inggris tampil dengan bintang2nya pada masa itu seperti penjaga gawang Gordon Banks, Bobby Moore, Bobby Charlton, Jack Charlton, Peter Thomson dan lainnya. 

Pada piala Euro tahun 2020 lalu di Inggris, mereka sempat tampil di babak final namun kalah melalui drama adu pinalti dng score 2-3 atas tim Italia. Pupuslah harapan Inggris untuk pertama kali menjuarai piala Eropa di kandangnya sendiri. Belanda dan Inggris sudah sering bertemu, baik dalam pertandingan resmi maupun uji coba. Dalam 7 kali pertemuan mereka yang terakhir Belanda menang 3 kali, Inggris menang 1 kali dan selebihnya 3 kali berakhir draw.

Walau pun Inggris sempat tertatih tatih untuk sampai ke babak semi final setelah mengalah Slowakia 2-1 di babak 16 besar melalui perpanjangan waktu dan sempat tertinggal 0-1 sampai masa injury time (30 detik sebelum berakhir waktu normal). 

Namun akhirnya Inggris berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 oleh gol spectakuler Bellingham dan memaksa pertandingan lanjut ke perpanjangan waktu. Di waktu perpanjangan inilah akhirnya Inggris dapat memenangkan pertandingan dengan gol yang dicetak oleh kapten Harry Kane dan merubah score menjadi 2-1.

"Kalau kita lihat perjalanan tim Inggris dan Belanda mulai dari fase group hingga sampai ke babak 4 besar, mereka telah memainkan 5 kali pertandingan. Tim Inggris berhasil memasukkan 5 gol dan kemasukan 3 gol, sedangkan tim Belanda berhasil memasukkan 9 gol dan kemasukan 5 gol," ulas mantan pemain PSMS Medan, Bambang Usmanto, Rabu (10/7/2024).

Di sini dapat dilihat bahwa penyerang Belanda lebih produktif dibandingkan dengan Inggris. Tapi pertahanan Inggris masih lebih baik daripada Belanda. Dan tim Inggris tidak pernah kebobobolan diatas 1 gol di setiap pertandingan. Tim Belanda pernah kebobolan 3 gol ketika kalah melawan Austria dng score 2-3 di fase group. Pertahanan Inggris lumayan tangguh dan solid. Transisi pemain Inggris dari saat menyerang ke bertahan cukup baik.

Kemungkinan di semi final nanti Inggris akan memainkan J Pickford sebagai penjaga gawang. Dipertahanan akan diisi oleh Walker, J Stones, E Konsa. Di lapangan tengah akan ditempati oleh K Mainoo, D Rice, K Tripper, P Foden, dan di penyerang akan ada Bukayo Saka, Bellingham dan kapten Harry Kane.

Penyerang Inggris Bukayo Saka asal klub Arsenal ini perlu mendapat perhatian extra dari pemain Belanda. Dia lincah dan sering menyisir dengan dribblenya yang mulus ke sisi kiri pertahanan lawan dan kemudian tiba-tiba bisa masuk ke pinalti area untuk memberikan umpan tarik kepada rekannya atau langsung melepaskan tembakan ke gawang lawan seperti yang dilakukan ketika membuat gol balasan ke gawang Swiss di babak 8 besar.

Selain Bukayo Saka, di depan masih ada Harry Kane dan Bellingham yang perlu juga mendapat pengawasan. Harry Kane walaupun usianya sdh 30 tahun namun pemain ini masih berbahaya khususnya di seputar area kotak 16 lawan. Sebagai kapten tim, peranannya cukup besar dan diperlukan untuk mengangkat mental skuad tim. 

Untuk Bellingham jangan diberi ruang untuk melakukan tembakan jarak jauh karena pemain ini punya kemampuan untuk melakukan itu. "Tim Belanda kita harapkan sejak Kick off nanti berani memainkan gaya total footballnya tampil menekan  Inggris dengan memanfaatkan kemampuan penyerang-penyerangnya yang hebat seperti Cody Gakpo, Memphis Depay, Donyell Malen dan Wout Weghorst," katanya lagi. 

Hanya saja, katanya, jangan memberi kesempatan kepada Inggris untuk bangkit dan menemukan permainannya. Semoga saja D Malen bisa dimainkan menjadi starter untuk pembuktiannya di markas klubnya sendiri yaitu Borussia Dortmund.

Pertahanan Belanda yang kemungkinan akan dikawal oleh Dumfries, Nathan Ake, Stefan De Frij dan Virgil Van Dijk juga harus hati-hati dan siap merapikan barisan pertahanannya ketika kehilangan bola dan mendapat serangan balik dari Inggris.

Di sektor lapangan tengah kekuatan tim Belanda yang dihuni oleh Tijjani Reijnders, Xavi Simons, Jerdy Schouten & J Veerman masih bisa mengatasi kekuatan lapangan tengah Inggris yang dihuni oleh K Mainoo, D Rice, K Tripper & P Foden. Pertandingan diperkirakan akan berlangsung ketat, seru dan menarik. Kemungkinan akan berlanjut ke perpanjangan waktu dan drama adu pinalti sangat mungkin terjadi.

"Kalau sampai ke babak adu pinalti tentu kembali lagi kepada kesiapan daripada mental pemain masing-masing yang akan menjadi algojo/eksekutor, begitu juga dengan kesiapan penjaga gawangnya," ungkapnya.

Kalau sudah sampai ke babak adu pinalti ada 2 faktor yang menentukan. Yakni kesiapan mental pemain dan faktor Lucky (keberuntungan). Dalam sepak bola selalu ada faktor keberuntungan. Siapa yang paling siap melakukan adu pinalti, kemungkinan merekalah yang akan memenangkan pertandingan.

"Kalau pertandingan tidak sampai ke drama adu pinalti, maka berdasarkan penjelasan dan data tersebut di atas saya masih mengunggulkan Tim Oranje (julukan tim Belanda) untuk memenangkan pertandingan Kamis dinihari nanti melawan The Three Lions (julukan tim Inggris)," pungkasnya. (saze)