Notification

×

Iklan

Wagub Sumut Tegaskan TSTH2 Humbahas Siap Jadi Pilar Bioekonomi Nasional

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:59 WIB Last Updated 2026-01-25T12:59:11Z

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya mendampingi Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau kawasan Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Sabtu (24/1/2026). (Foto: Dinas Kominfo Sumut)

ARN24.NEWS
- Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), siap menjadi pilar pengembangan bioekonomi nasional, khususnya untuk kawasan Indonesia bagian barat.


Penegasan tersebut disampaikan Surya saat mendampingi Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meninjau kawasan TSTH2, Sabtu (24/1/2026).


Menurut Surya, kehadiran Ketua DEN menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi berbasis riset, inovasi, dan kearifan lokal telah menjadi bagian dari agenda strategis nasional, bukan lagi sekadar program daerah.


“TSTH2 bukan sekadar proyek daerah atau laboratorium penelitian. Kawasan ini adalah ladang masa depan, tempat ilmu pengetahuan tumbuh dari desa dan dataran tinggi Humbang Hasundutan untuk berkontribusi bagi ekonomi nasional,” ujar Surya.


Ia menjelaskan, TSTH2 memiliki potensi lebih dari 100 jenis tanaman herbal dan hortikultura unggulan lokal, seperti andaliman, kunyit hitam, jahe merah, serta berbagai varietas hortikultura dataran tinggi. Kondisi agroklimat Humbahas dinilai sangat ideal untuk pengembangan riset perbenihan, adaptasi iklim, hingga produksi bahan baku berorientasi ekspor.


Surya juga menyoroti masih rendahnya tingkat kemandirian benih hortikultura di Sumut. Pada 2025, penangkar lokal bawang merah baru mampu memenuhi sekitar 6,79 persen kebutuhan bibit unggul dari total luas pertanaman sekitar 3.861 hektare.


“Ini tantangan sekaligus peluang besar. Melalui TSTH2, Sumatera Utara ditargetkan menjadi sentra riset dan produksi benih unggul adaptif lokal,” katanya.


Selain riset, TSTH2 diarahkan memberi dampak langsung bagi masyarakat melalui pengembangan pusat pembelajaran petani, inkubator UMKM berbasis herbal, serta pendidikan vokasi pertanian dan bioteknologi. Targetnya mencakup peningkatan pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja, hingga regenerasi petani muda.


Pengembangan TSTH2, lanjut Surya, sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penguatan kemandirian bangsa di bidang pangan, kesehatan, dan energi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.


Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Sumut telah mengintegrasikan TSTH2 ke dalam RPJMD, RKPD, serta program prioritas OPD terkait, termasuk pembangunan infrastruktur pendukung, kemitraan dengan BRIN dan perguruan tinggi, serta dorongan kuat terhadap hilirisasi hasil riset.


“Kami memastikan TSTH2 tidak berhenti pada riset, tetapi berlanjut hingga hilirisasi dan pasar,” tegas Surya. (rfn)