ARN24.NEWS - Program mudik gratis yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menuai keluhan dari masyarakat. Sejumlah calon pemudik mengaku kecewa karena kuota untuk beberapa tujuan habis dalam waktu singkat, meski antrean pendaftaran masih panjang.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, H. Kasman bin Marasakti Lubis, meminta Dishub segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendaftaran agar lebih tertata, transparan, dan akuntabel.
“Program mudik gratis ini sangat baik dan selalu dinantikan masyarakat. Namun pelaksanaannya harus profesional agar tidak menimbulkan kekecewaan,” ujar Kasman kepada wartawan, Sabtu (7/3/2026).
Kasman menilai, persoalan utama terletak pada sistem pendaftaran yang belum optimal, mulai dari mekanisme antrean, proses verifikasi peserta, hingga penyampaian informasi terkait ketersediaan kuota.
Menurutnya, Dishub perlu menyediakan sistem informasi yang terbuka dan dapat diakses masyarakat secara real time (waktu nyata), sehingga calon peserta dapat memantau jumlah kuota yang tersedia maupun yang telah terisi.
“Kuota harus bisa dipantau secara langsung oleh masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan,” tegasnya.
Selain itu, ia menyarankan agar pendaftaran ke depan dilakukan secara daring (online) guna mengurangi antrean panjang dan meningkatkan efisiensi pelayanan.
Kasman juga menyoroti pentingnya kesiapan petugas di lokasi pendaftaran. Ia meminta Dishub menambah jumlah petugas serta memastikan adanya informasi yang jelas bagi masyarakat yang tidak mendapatkan kuota.
“Jangan sampai masyarakat sudah antre berjam-jam, tetapi pulang dengan kecewa karena tidak mendapat penjelasan yang memadai,” ujarnya.
Ia berharap evaluasi segera dilakukan agar program mudik gratis sebagai bentuk pelayanan publik benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.
.jpeg)








