Notification

×

Iklan

Lapas Kelas I Medan Dorong Warga Binaan Bebas dari Buta Huruf

Rabu, 09 September 2026 | 13:00 WIB Last Updated 2026-09-09T06:00:37Z

Warga Binaan Pemasyarakatan (WB) saat mengikuti program Pengentasan Buta Huruf yang dilaksanakan di Aula Moralitas Lapas Kelas I Medan. (Foto: Istimewa) 

ARN24.NEWS
– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan terus memperkuat program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), salah satunya melalui program Pengentasan Buta Huruf yang dilaksanakan di Aula Moralitas Lapas Kelas I Medan, Sabtu (5/9/2026).


Kegiatan yang diikuti oleh Warga Binaan Pemasyarakatan, Staf Bimkemas, serta mahasiswa magang Universitas Sari Mutiara Indonesia dari Jurusan Psikologi. Para peserta mengikuti proses pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias.


Dengan penuh semangat dan antusias, para WBP mengikuti proses pembelajaran yang difokuskan pada peningkatan kemampuan dasar membaca dan menulis. Pada kegiatan kali ini, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai menyambungkan kata menjadi sebuah kalimat, sebagai bagian dari tahapan pembelajaran literasi secara bertahap.


Kegiatan ini diharapkan dapat membantu WBP yang masih memiliki keterbatasan dalam membaca dan menulis agar mampu meningkatkan kemampuan literasi dasar. 


Selain menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan tersebut juga menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembinaan dan mempersiapkan WBP untuk kembali berperan secara positif di tengah masyarakat.


Program pengentasan buta huruf ini menjadi salah satu perhatian penting Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, sebagai bagian dari komitmen dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan dan kemampuan dasar WBP.


Fonika Affandi berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi WBP, khususnya mereka yang masih memiliki keterbatasan dalam membaca dan menulis.


"Kami berharap melalui program ini, setiap Warga Binaan mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meningkatkan kemampuan dirinya. Kemampuan membaca dan menulis merupakan bekal dasar yang sangat penting untuk kehidupan, baik selama menjalani pembinaan maupun ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat," ujar Fonika Affandi.


Dengan adanya pendampingan secara berkelanjutan, Lapas Kelas I Medan berupaya memastikan bahwa proses pembinaan dapat dirasakan oleh seluruh WBP tanpa terkecuali. Setiap proses belajar menjadi langkah kecil yang diharapkan mampu membawa perubahan positif dan membuka kesempatan baru bagi masa depan mereka.


Lapas Kelas I Medan berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang edukatif, humanis, inklusif, dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya mempersiapkan WBP agar memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk kembali menjadi bagian yang produktif di tengah masyarakat.


*Belajar hari ini, membuka peluang untuk masa depan. Bersama membangun pribadi yang lebih baik melalui pembinaan yang bermakna. (sh