ARN24.NEWS - Kesibukan menjalankan tugas sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh tidak menghalangi Teuku Rahmatsyah untuk tetap menjaga hubungan dengan sahabat-sahabat lamanya di Medan. Melalui sepak bola, ia kembali bertemu dengan para legenda sepak bola sekaligus merawat silaturahmi yang telah terjalin.
Sabtu sore (17/10), Lapangan Kosek I Medan menjadi tempat pertemuan itu. Rahmatsyah, yang pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, turun langsung memperkuat tim berjersey biru dalam pertandingan persahabatan melawan tim legenda sepak bola Medan berjersey kuning.
Bersama Kajari Medan Ridwan Sujana Angsar, Koordinator pada Kejati Sumatera Selatan Agus Kelana Putra, dan Kasi Datun Kejari Medan Filman Ramadhan, Rahmatsyah menikmati pertandingan yang berlangsung dalam suasana akrab.
Bagi Rahmatsyah, sepak bola bukan hanya soal kemampuan mengolah bola atau mencetak gol. Olahraga ini juga menjadi sarana untuk menjaga kebugaran sekaligus mempertemukan kembali orang-orang yang memiliki ikatan kebersamaan.
Pengalaman pernah bertugas di Medan membuat pertemuan tersebut memiliki makna tersendiri. Di tengah tanggung jawab pekerjaan yang terus berjalan, hubungan personal tetap menjadi bagian penting yang perlu dirawat.
Pertandingan berlangsung cukup menarik. Tim biru tampil menekan sejak awal dan membuka keunggulan melalui gol Agus Kelana Putra pada menit ke-10. Belo kemudian menambah gol sehingga tim biru menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Pada babak kedua, kedua tim melakukan pergantian pemain dan saling membangun serangan. Tim biru memperbesar keunggulan menjadi 3-0 sebelum tim kuning mencetak gol balasan. Ridwan Sujana Angsar kemudian memastikan kemenangan tim biru dengan skor akhir 4-1.
Meski hasil pertandingan menjadi bagian dari cerita sore itu, semangat kebersamaan tetap menjadi tujuan utama. Para pemain bertemu bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan, melainkan juga menikmati olahraga dan memperkuat hubungan yang telah terjalin.
Rahmatsyah menyampaikan apresiasi kepada para legenda sepak bola Medan atas sambutan yang diberikan. Ia berharap kegiatan semacam itu dapat terus berlangsung sebagai ruang untuk menjaga kesehatan dan silaturahmi.
“Terima kasih saya ucapkan untuk para legend Medan. Silaturahmi seperti ini harus tetap terjalin dan terjaga. Selain sehat, kita juga dapat menjaga hubungan silaturahmi dengan baik,” ujarnya.
Hubungan antara Rahmatsyah dan para legenda sepak bola Medan juga terpelihara melalui kunjungan sebelumnya ke Banda Aceh.
Pertandingan di Medan menjadi bagian dari rangkaian pertemuan yang memperlihatkan bahwa jarak dan kesibukan tidak harus memutus hubungan pertemanan.
Di luar tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan kejaksaan, Rahmatsyah menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi jembatan sederhana untuk mempertemukan kembali sahabat, membangun kebersamaan, dan menjaga hubungan baik.
Sebab, ketika pertandingan berakhir dan para pemain meninggalkan lapangan, yang diharapkan tetap bertahan bukan hanya kenangan tentang gol dan kemenangan, melainkan juga persahabatan yang terus terpelihara. (rfn)














