Notification

×

Iklan

LBH PWI Sumut: Usut Tuntas Kasus Pembakaran Mobil Ketua Karang Taruna Labusel

Senin, 28 Februari 2022 | 16:28 WIB Last Updated 2022-02-28T09:28:08Z

Mobil Ketua Karang Taruna Labusel, Andi Nasution yang dibakar OTK. (Foto: dokumen)

ARN24.NEWS
-- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PWI Sumut mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas pelaku pembakaran mobil Ketua Karang Taruna Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel). Sebab aksi premanisme tersebut merupakan tindak pidana yang serius. 


"Kami melihat ini murni tindak pidana yang berbalut premanisme. Hal-hal seperti ini tentu tidak boleh terjadi," tegas Direktur LBH PWI Sumut, Amrizal SH MH kepada wartawan di Medan, Senin (28/2/2022). 


Sebelumnya, diberitakan Minggu (27/2/2022) dini hari, mobil Ketua Karang Taruna Labusel, Andi Nasution dibakar oleh orang tak dikenal (OTK). Akibatnya, satu unit mobil Mitsubishi Kuda milik Andi dilalap api di bagian pintu depan. Andi sendiri tidak dapat menduga motif pelaku pembakaran mobilnya. 


Amrizal yang juga merupakan Wakil Ketua Pengda Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumut berharap media-media bisa tetap berada dalam koridor kode etik jurnalis dalam pemberitaannya. 


Sementara itu, Dewan Pengawas Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM), Zakaria Rambe menegaskan agar pemberitaan media massa tidak missleading terkait peristiwa itu. Dikatakannya, beberapa media massa yang mengkait-kaitkan persoalan pribadi Andi Nasution dengan putri salah satu pejabat, sangat di luar konteks. 


"Jadi kan ini di luar konteks. Saudara Andi bahkan tidak dapat memastikan motif pelaku pembakaran mobilnya. Jadi kalau ada media massa yang mencoba mengkait-kaitkan dengan persoalan pribadi, tentu jadi aneh dan tidak masuk akal," kata Zakaria. 


Senada dengan Amrizal, Zakaria malah meminta polisi segera bekerja untuk memeriksa para saksi dan TKP. Jika memang ada petunjuk yang mengarah pada pelaku, tentu akan bisa diselidiki kepolisian. 


"Ini juga akan bisa menghindari fitnah dan kesimpangsiuran. Sehingga, tidak ada pihak yang merasa diintimidasi atau merasa super dalam kasus ini. Kami mendorong agar pelakunya bisa diungkap agar kasusnya terang benderang," kata Zakaria yang juga seorang advokat. (sh)