Notification

×

Iklan

Prihatin, Angka Laka Lantas di Sumut Setiap Tahun Tinggi

Kamis, 10 Februari 2022 | 19:15 WIB Last Updated 2022-02-10T12:19:47Z

Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting saat menerima kunjungan Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sumut. (Foto: Istimewa)



ARN24.NEWS -- Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Sumatera Utara (Sumut), membuat DPRD Sumut merasa prihatinan. Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting mengatakan, diperlukan adanya sinergitas antara pemerintah, PT Jasa Raharja maupun kepolisian, guna  menekan angka tersebut. 

        

"Kita sangat prihatin, angka kecelakaan laka lantas di Sumut dari berbagai penyebab masih tinggi, sehingga perlu  dilakukan langkah-langkah strategis dan identifikasi. Apakah itu dikarenakan human error, faktor pengawasan kendaraan, prasarana maupun infrastruktur yang ada," ungkap Baskami Ginting saat menerima kunjungan Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sumut Thamrin Silalahi didampingi sejumlah staf, di ruang kerja Ketua DPRD Sumut, Kamis (10/2/2022). 

      

Politisi PDI Perjuangan Sumut ini juga mendorong PT Jasa Raharja melakukan perbaikan rambu-rambu lalu lintas yang telah rusak maupun pembuatan marka jalan, serta terus mengingatkan  masyarakat agar tertib berlalu lintas, agar angka laka lantas bisa dikurangi.

 

Sebelumnya, Kepala PT Jasa Raharja  Cabang Sumut Thamrin Silalahi mengatakan, pada 2020 dan 2021 terjadi kenaikan nominal santunan yang disebabkan oleh tingkat fasilitas korban atau jumlah korban meninggal dunia  meningkat, akibat laka lantas.

       

Meningkatnya nominal santunan yang diberikan mencapai 100 persen, tidak dibarengi dengan kenaikan premi sesuai Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) No 15 dan 16/PMK.10/2017 tertanggal  13 Februari 2017.

    

"Terkait jumlah potensi kendaraan bermotor di Sumut saat ini mencapai  7.025.636 unit dan tingkat kepatuhan  totalnya mencapai 1.818.927 unit atau hanya sebesar 25,89 persen," katanya. 

      

Di akhir pertemuan, Baskami Ginting menyampaikan apresiasinya kepada PT Jasa Raharja yang telah berupaya maksimal dalam memberi respons terhadap korban laka lantas dengan gerak-cepat menjemput bola ke lapangan, sehingga dana santunan tersebut bisa cepat teratasi. (sh)