![]() |
| Indra Efendi Rangkuti (Staf Tax Centre USU & Pemerhati Olahraga Sumut). |
ARN24.NEWS -- Pertandingan Prancis dengan Maroko bakal tersaji di babak Semifinal kedua Piala Dunia 2022 di Stadion Al-Bayt, Kamis (15/12/2022) pukul 02.00 dini hari WIB. Prancis sebagai juara bertahan akan melayani tim penuh kejutan Maroko yang tampil di luar ekspektasi publik. Tim
berjuluk Singa Atlas tersebut sukses mencuri perhatian publik dengan lolos ke Semifinal usai menyingkirkan sederet raksasa mulai dari Spanyol hingga Portugal.
"Permainan solid yang diperagakan Maroko telah membuktikan mereka bukan tim lemah, apalagi sekadar beruntung," urai Staf Tax Centre USU dan Pemerhati Olahraga Sumut, Indra Efendi Rangkuti, Rabu (14/12/2022).
Prancis, kata Indra Efendi Rangkuti dalam ulasannya, sudah 11 kali bertemu dengan Maroko. Prancis berhasil memenangkan enam kemenangan dari 11 laga tersebut, sedangkan Maroko berhasil menang sebanyak dua kali. Sedangkan tiga laga keduanya berakhir imbang.
Maroko dan Prancis kali pertama bertemu pada tahun 1963. Pada pertemuan pertama tersebut, Singa Atlas berhasil menang tipis dengan skor 2-1 atas Prancis. Terakhir keduanya bertemu saat laga persahabatan pada tahun 2007 lalu. Saat itu, kedua tim bermain imbang dengan skor 2-2.
Pertandingan dini hari nanti merupakan pertemuan ke-12 antara Prancis dengan Maroko.Ini merupakan pertemuan perdana mereka di momen Piala Dunia.
Pertandingan dini hari nanti merupakan pertemuan ke-12 antara Prancis dengan Maroko.Ini merupakan pertemuan perdana mereka di momen Piala Dunia.
Maroko tergabung di Grup F bersama Kroasia, Belgia dan Kanada. Maroko berhasil keluar sebagai juara Grup F diikuti oleh Kroasia sebagai runner-up. Maroko memulai perjalanannya di Piala Dunia 2022 dengan menahan imbang finalis Piala Dunia 2018, Kroasia dengan skor 0-0. Di laga kedua, tim berjuluk Singa Atlas itu berhasil menekuk tim unggulan Belgia dengan skor 2-0.
Laga terakhir yang merupakan penentuan wakil Grup F ke -16 Besar Maroko berhasil mengalahkan Kanada dengan skor 2-0. Melaju dengan status juara Grup F, Maroko berhadapan dengan Spanyol sebagai runner-up Grup E di babak 16 besar.
"Maroko berhasil menyisihkan tim unggulan Spanyol melalui drama adu penalti, setelah keduanya bermain tanpa gol sebelumnya. Penampilan apik penjaga gawang Maroko, Yassine Bounou berhasil menepis bola tendangan eksekutor Spanyol," ujarnya.
Di babak 8 Besar, lanjut Indra Efendi Rangkuti, Maroko berhadapan dengan Portugal. Hakim Ziyech cs berhasil memupus harapan Cristiano Ronaldo cs untuk lolos ke Semifinal setelah takluk dengan skor 1-0. Prancis tergabung di Grup D bersama Australia, Tunisia, dan Denmark. Les Bleus berhasil keluar sebagai juara Grup D dengan mengumpulkan enam poin, disusul oleh Australia.
Di laga awal, Prancis berhasil menang 4-1 atas Australia. Di laga kedua, Les Bleus kembali menang dengan skor 2-1 atas Denmark. Namun di laga ketiga, Prancis harus takluk dari Tunisia dengan skor 0-1. Keluar sebagai juara grup D, Prancis harus berhadapan dengan Polandia selaku runner-up Grup C. Dalam laga tersebut, Les Bleus berhasil menang dari Lewandowski cs dengan skor 3-1.
Di babak 8 Besar, Prancis berhadapan dengan sesama tim unggulan Inggris. Les Bleus berhasil menekuk Three Lions dengan skor 2-1 lewat gol yang dicetak Aurelien Tchouameni dan striker gaek Oliver Giroud yang hanya bisa dibalas Inggris lewat penalti Harry Kane.
Maroko punya pertahanan yang bagus untuk menjadi modal menghadapi Prancis.Pertahanan gerendel Maroko yang sangat solid dan terorganisir memang sangat luar biasa dengan sang kapten Romain Saiss jadi komando utamanya. Mereka tercatat hanya kebobolan sekali dalam lima pertandingan di Piala Dunia 2022, bahkan dalam sembilan pertandingan terakhir di laga yang mereka jalani selain Piala Dunia jika ditotal.
Satu gol itu pun tercipta dari gol bunuh diri pemain Maroko. Namun Maroko kesolidan lini pertahanan Maroko terancam saat tampil di semifinal Piala Dunia 2022. Bek andalan sekaligus kapten tim Singa Atlas, Romain Saiss, kemungkinan absen menghadapi Timnas Prancis. Saiss sendiri mengalami cedera saat Maroko menang 1-0 atas Portugal di babak perempat final. Pemain Besiktas berusia 32 tahun ini terpaksa ditarik keluar pada menit ke-57 digantikan oleh Achraf Dari.
Sebelumnya, Saiss juga terlihat kepayahan karena cedera kaki ini saat Maroko menang atas Spanyol lewat adu penalti di babak 16 besar. Namun, mantan sang kapten itu bisa menyelesaikan laga hingga 120 menit termasuk babak perpanjangan waktu.
"Absennya Saiss bisa menjadi malapetaka untuk tim berjuluk Singa Atlas tersebut. Sebab Saiss adalah jantung pertahanan Maroko hingga sejauh ini sangat sulit dibobol oleh tim-tim lawan. Keberadaan Saiss sangat diharapkan mengingat lini serang Prancis dipenuhi oleh pemain-pemain yang memiliki naluri gol tinggi dan kemampuan mengacak-acak pertahanan lawan seperti Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, Ousmane Dembele dan sang striker Oliver Giroud," katanya.
Mbappe sendiri kini menjadi top skor Piala Dunia bersama Lionel Messi dengan 5 gol diikuti oleh rekannya Oliver Giroud yang sudah mencetak 4 gol.Ketajaman lini serang Prancis ini tentu merupakan anacaman besar bagi Maroko jika Saiss absen di laga semifinal ini.
Mbappe bakal diuji oleh sosok yang sangat mengenalnya di laga ini.Di sisi kiri serangan Prancis, dia bakal berhadapan dengan bek sayap kanan Maroko yang juga sahabat baik dan rekan seklubnya di PSG, Achraf Hakimi.
"Ini bakal menjadi salah satu sajian menarik di laga nanti. Tentu Achraf Hakimi sudah sangat mengenal tipikal permainan Mbappe dan sudah memilki kiat untuk meredam permainan sahabatnya tersebut. Ujian Maroko juga bertambah di Semifinal ini karena kehilangan striker mereka Walid Cheddira yang terkena kartu merah saat melawan Portugal," terang Indra Efendi Rangkuti.
Tak cuma Maroko, urai Indra Efendi Rangkuti, Prancis juga berotensi kehilangan beberapa andalannya di semifinal ini.Aurelien Tchouameni absen latihan setelah mengalami cedera betis saat menghadapi Inggris di laga perempat final. Sementara Dayot Upamecano mengalami sedikit masalah dengan kebugarannya. Kondisi kedua pemain yang absen latihan tersebut, dikabarkan tidak begitu serius.
Namun pelatih Prancis, Didier Deschamps belum menentukan apakah kedua pemain tersebut bisa turun saat laga melawan Maroko. Sebelumnya Prancis sudah kehabisan banyak pemain bintangnya usai diterpa badai cedera. Sebelumnya Lucas Hernandez juga tidak bisa kembali berlaga setelah
cedera sejak laga awal Prancis di penyisihan grup.
Prancis tentu saja dalam posisi berbahaya jika Tchouameni dan Upamecano absen lawan Maroko. Prancis bisa saja menyusul Spanyol dan Portugal andai tidak mengatasi masalah ini dengan baik.Upamecano adalah sosok kokoh di jantung pertahanan Prancis bersama Varane.Tchouameni sudah membuktikan kepiawaiannya dengan mencetak gol melawan Inggris ketika serangan Prancis
buntu.
buntu.
Namun pelatih Prancis Didier Deschamps dalam pernyataannya tidak ingin meremehkan Maroko dan berakhir dengan kekalahan seperti Spanyol dan Portugal. Hanya saja Deschamp harus menemukan formula yang tepat jika 2 andalannya itu absen di laga melawan Maroko nanti.
"Dengan melihat fakta - fakta di atas Sang Juara Bertahan Prancis lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan atas Maroko. Apalagi jika sang kapten Roman Saiss benar-benar absen di Semifinal ini. Namun jika Maroko berhasil menahan Prancis hingga adu penalti bisa saja Maroko berpotensi kembali
membuat kejutan," akhirinya. (saze)
membuat kejutan," akhirinya. (saze)









