ARN24.NEWS – Anggota DPRD Medan akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) 'lampu pocong' untuk meminta penjelasan kenapa pembangunannya diputuskan total lost (gagal) dan pengembalian uang Rp 21 miliar oleh pemborong ke kas daerah Pemko Medan belum tuntas.
Penegasan itu disampaikan Bendahara Fraksi PKS Rudiawan Sitorus, Senin (17/7/2023) di sela kegiatan rapat kerja (Raker) anggota DPRD Medan di Sibolangit, Deli Serdang.
Rudiawan mengatakan, jika anggaran tersebut tidak dikembalikan maka Pansus itu suatu hal yang penting untuk dibentuk.
"Salah satu tujuan Pansus adalah, jika ada sesuatu hal yang penting untuk ditelusuri. Sebagai anggota dewan yang salah satu fungsinya adalah pengawasan, saya menganggap perlu dibentuk Pansus ini dibentuk," kata Rudiawan.
Terkait proyek 'lampu pocong' dianggap gagal (total lost) seperti yang diumumkan Wali Kota Bobby Nasution beberapa bulan lalu, Rudiawan menegaskan bahwa DPRD tidak menginginkan adanya anggaran dana yang lost dan tidak jelas ujung pangkalnya. Kalau uang sudah dianggarkan di APBD harus benar- benar terpakai sesuai kebutuhan masyarakat Kota Medan.
"Dana itu sesuai apa dianggarkan di APBD untuk dipakai sesuai kebutuhan yang sudah diprogramkan. Dana-dana yang terpakai harus dirasakan masyarakat, sangat sayang jika ada yang tidak terpakai, sedih kita melihatnya. Makanya ada kalimat wali kota anggaran yang sudah terpakai pemborong harus dikembalikan, maka pengembalian itulah yang akan diawasi dewan dan uangnya harus digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat," tuturnya.
Terkait uang 'lampu pocong' sudah dikembalikan sebesar 50 persen oleh pemborong sesuai yang pernah dikatakan Sekda Wiriya Alrahman, Rudiawan mengatakan, dewan akan melihat itu nanti di Badan Anggaran apakah sudah ada pengembalian atau belum.
"Akan kami tanyakan nanti kepada pemko, dikembalikan kemana uang tersebut, berapa jumlahnya dan ada di bank mana,' jelasnya.
Sudah dibongkarnya 'lampu pocong' di Jalan Suprapto dan Jalan Putri Hijau yang dibongkar oleh Pemko Medan, Rudiawan mengatakan, Pansus Lampu Pocong akan menanyakan, biaya pembongkaran menggunakan pagu anggaran yang mana.
Rencana pembentukan Pansus ini juga mendapat dukungan dari Ketua Fraksi PAN Edwin Sugesti Nasution, Sekretaris Fraksi PAN Edi Saputra dan Ketua Fraksi Gabungan Hendra DS. (sh)









