Notification

×

Iklan

Iklan

KPU Medan Berupaya Tingkatkan Pendaftar KPPS yang Masih 50 Persen Terpenuhi

Selasa, 19 Desember 2023 | 14:59 WIB Last Updated 2023-12-19T08:00:16Z

Ketua KPU Medan Mutia Atiqah saat memberikan keterangan kepada wartawan seusai acara coffe morning bersama sejumlah media massa. (Foto: Istimewa)

ARN24.NEWS
– Sebanyak 50 persen dari kebutuhan untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota Medan sudah terpenuhi.


Data tersebut berdasarkan hasil monitoring Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan, Mutia Atiqah bersama tim, Minggu (17/12/2023) lalu, pada kelurahan-kelurahan yang ada di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ini.


Sebagai informasi, Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Medan pada Pemilu 14 Februari 2024 mendatang berjumlah 6.933 TPS.


Sedangkan tenaga adhoc yang bertugas melaksanakan pemungutan suara pada masing-masing TPS  di Kota Medan berjumlah 7 orang.


Berdasarkan angka tersebut, jumlah KPPS yang dibutuhkan untuk melaksanakan pemungutan suara pada 14 Februari 2024 di Kota Medan berjumlah 48.531.


Ketua KPU Medan Mutia Atiqah dalam coffe morning bersama media di Medan, Selasa (19/12/2023) siang mengatakan, Kelurahan Helvetia Tengah menjadi salah satu contoh angka pendaftar yang masih rendah. 


Menurut Mutia, saat monitoring pada hari Minggu itu, tercatat hanya ada 337 orang yang telah mendaftar sebagai KPPS, sedangkan kebutuhannya sekitar 673 orang. 


"Angka ini tentu saja masih belum mencapai target yang diharapkan, terutama mengingat terdapat 91 TPS di Kelurahan Helvetia Tengah," ujar Mutia didampingi Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Bobby Nidel Dalimunthe dan Koordinator Divisi Teknik Penyelenggaraan, Muhammad Taufiqurrohman Munthe.


Kendati demikian, lanjut dijelaskan Mutia, KPU Medan tidak berkecil hati dan terus mendorong masyarakat untuk berpartisipasi menjadi penyelenggara Pemilu di tingkat KPPS. 


"Dengan semakin banyaknya pendaftar, proses Pemilu dapat berjalan dengan lebih baik dan efisien," jelasnya.


Selain itu, Mutia mengungkapkan, di Kota Medan secara keseluruhan hampir seluruh Kecamatan masih memiliki persentase pendaftar sebagai KPPS sekitar 50 persen. 


Karenanya, imbuh Mutia, upaya untuk meningkatkan jumlah pendaftar terus dilakukan oleh KPU Medan.


"Pada Senin, 17 Desember 2023 kemarin, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah pengembalian berkas bagi calon KPPS. Namun, hingga saat ini belum dapat dihitung secara akurat apakah peningkatan tersebut sudah memadai atau belum," ungkapnya.


Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, sebutnya, KPU Medan mengimbau agar masyarakat berminat dan mau ikut serta dalam penyelenggaraan Pemilu sebagai KPPS. 


"Partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga keberlangsungan demokrasi di Kota Medan," sebut Mutia.


Untuk saat ini, kata Mutia, bilik, kotak suara, segel dan keperluan pemungutan suara sudah ada dan dalam tahap penyortiran di gudang logistik KPU, Jalan Kolonel Yos Sudarso Medan.


"Sedangkan surat suara diterima  pada tanggal 20 Desember 2023. Setelah diterima, kami (KPU) akan melakukan penyortiran dan pelipatan," pungkasnya.


Sementara itu, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sumut, M Syahrir yang didaulat menjadi narasumber pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada KPU Kota Medan.


Namun, Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut ini berharap kegiatan coffe morning bersama awak media ini dilakukan KPU secara berkesinambungan.


"Momentum coffe morning ini sangat penting bagi kedua belah pihak. Baik, KPU dan awak media. Maka dalam kesempatan ini, saya sarankan ini dilakukan secara berkesinambungan," kata Syahrir.


Sebab, kata Syahrir, sorotan media itu 'nakal', dalam artian para jurnalis ini melihat sesuatu itu dari sudut pandang yang berbeda.


"Nah, jika komunikasi antara KPU dan para jurnalis itu berjalan dengan baik, tentu informasi yang cepat, tepat dan akurat bisa didapatkan. Sehingga masyarakat dapat menerima informasi yang benar," pungkas eks Ketua PWI Sumut ini. (sh)