Notification

×

Iklan

Iklan

Prediksi Semifinal, Belanda VS Inggris: Aroma Dendam (LIVE RCTI KAMIS DINI HARI PUKUL 02.00 WIB)

Rabu, 10 Juli 2024 | 10:50 WIB Last Updated 2024-07-10T03:50:29Z

ARN24.NEWS --
Belanda tercatat lebih unggul dari Inggris dalam 5 pertemuan terakhir. De Oranje menang 3 kali, sedangkan Inggris hanya sekali membalas. Akankah di laga semifinal Piala Eropa 2024 ini The Three Lions mampu mengubur mimpi Belanda? Jumpa tim favorit benua biru ini digelar di 
Signal Iduna Park/BVB Stadion Dortmund, Kamis (11/7/2024) pukul 02.00 WIB.

Sejauh ini kedua kubu tampak tidak meyakinkan sepanjang turnamen, terutama Inggris. Tetapi, kini mereka sama-sama tinggal 1 langkah menuju final Piala Eropa. Inggris dan Belanda sudah 28 tahun tak berjumpa di turnamen besar. 

Mengeyampingkan partai uji coba dan UEFA Nations League (UNL), kali terakhir kedua kubu berjumpa pada ajang resmi ialah di EURO 1996 silam. Tahun tersebut, The Three Lions menaklukkan De Oranje lewat skor 4-1. Bintang Inggris, Jude Bellingham baru lahir 7 tahun setelah kemenangan  fantastik itu. 

Akan tetapi, dalam partai yang berlangsung lebih dari seperempat abad lalu, sang pelatih The Three Lions saat ini, Gareth Southgate menjadi salah satu line-up. Tentunya, Southgate punya motivasi untuk mengulang sejarah manis, sekaligus melakukan penebusan. EURO 1996 adalah tahun yang sama ketika Southgate dianggap sebagai salah satu penyebab tersingkirnya Inggris dari Jerman di 
semifinal. 

Sebab, ia jadi satu-satunya eksekutor adu penalti yang gagal membobol gawang Oranje. Kini, penebusan kian dekat dengan Southgate. Sebaliknya, nostalgia lama agaknya juga ingin dibawa Belanda. Pelatihnya, Ronald Koeman adalah bagian dari kemenangan De Oranje di EURO 1988 Jerman. Kembali ke Negeri Panzer, Koeman semakin dekat untuk mengulang kisah lama. Lantas, kenangan mana yang akan terulang?

Pelatih Inggris, Gareth Southgate perlahan kian dekat dengan penebusan kegagalan EURO 1996, saat Three Lions tersingkir di semifinal. Kemenangan adu penalti atas Swiss di babak 8 besar EURO 2024, menjadi salah satu penebusan terbesar sang juru taktik.

Faktanya, kemenangan atas Swiss menjadi kali pertama Inggris lolos dari adu tos-tosan di ajang EURO sejak terakhir menaklukkan Spanyol di perempat final Piala Eropa 1996. Kemenangan tersebut tentu jadi modal kepercayaan diri, yang bahkan tak dimiliki pendahulu Jude Bellingham dan kolega selama 28 tahun lamanya.

Butuh waktu lama bagi Inggris untuk menghentikan kutukan adu penalti. Dimulai sejak kekalahan 1996 atas Jerman, kutukan itu baru terpecahkan 2018 saat Inggris mengalahkan Kolombia di Piala Dunia. Lalu tahun ini, kutukan di Piala Eropa terpecahkan oleh Inggris ketika menyingkirkan Swiss.

Di sisi lain, Belanda datang dengan trek positif. De Oranje merupakan satu-satunya semifinalis yang lolos tanpa harus dipaksa memainkan extra time 2x15 menit. Lain halnya dengan Inggris, ketika mereka 2 kali lolos dari lubang jarum lewat cara dramatis. Catatan penting, Inggris dan Belanda sebenarnya belum berjumpa tim unggulan di fase gugur EURO 2024. 

Inggris melewati Slovakia lewat keajaiban di injury time. Mereka lantas melalui hadangan Swiss dengan adu penalti. Sebaliknya, Belanda secara meyakinkan menyingkirkan Rumania lewat skor 3-0 
di 16 besar. Di fase berikutnya, De Oranje juga tak terlalu telat panas saat menciptakan comeback di 20 menit akhir ketika menumbangkan Turki 2-1.

Belanda sudah kalah 1 kali (3 menang dan 1 imbang). Namun, pasukan Ronald Koeman perlahan punya solusi dalam mencetak gol. Total 9 gol telah disarangkan Belanda. Padahal, di EURO 2024 ini, Oranje disebut-sebut krisis penyerang tajam.

Kontras dengan Belanda, krisis gol agaknya masih dihadapi Inggris. Menciptakan rekor 2 kali menang dan 3 kali imbang selama EURO 2024, Tiga Singa baru mencetak 5 gol dari 5 partai. Fakta lain, dalam 2 laga di fase gugur, Inggris selalu telat panas lantaran mencetak 3 gol di atas menit 80.

Masalah tersebut tentunya menjadi PR bagi Gareth Southgate. Belanda yang kian meyakinkan bisa saja menghukum Inggris lebih cepat, serta menggagalkan ambisi sang juru taktik untuk mengulang kemenangan 4-1 pada 1996 silam.

Catatan ARN24.NEWS 
 
Di fase grup, Belanda gagal menampilkan performa yang konsisten. Setelah menang 2-1 atas Polandia, Belanda imbang 0-0 dengan Prancis, dan kalah 2-3 dari Austria. Namun, Belanda kemudian tampil perkasa di fase gugur. Belanda menghajar Rumania 3-0, lalu menaklukkan Turki 2-1.

Saat menyingkirkan Turki di perempat final, Belanda dipaksa berjuang sangat keras. Tertinggal 0-1 di babak pertama, Belanda bangkit di babak kedua. Belanda menyamakan kedudukan lewat gol Stefan de Vrij dari assist Memphis Depay, dan akhirnya berbalik menang berkat gol bunuh diri Mert Muldur.

Dari sisi permainan, terutama ketika menyerang, harus diakui kalau Belanda lebih menjanjikan. Sebaliknya, Inggris belum mampu menunjukkan kemampuan optimalnya meski mengusung skuad yang elite ke Jerman. Inggris juga harus menguras fisik dan mental saat bermain sampai extra time 
melawan Slovakia, serta hingga adu penalti melawan Swiss. 

Apakah itu akan berdampak negatif pada performa mereka saat menghadapi Belanda nanti?
Inggris mendapatkan amunisi tambahan di lini pertahanan. Marc Guehi kembali usai akumulasi kartu. The Three Lions kini juga bisa memainkan Luke Shaw di barisan belakang. Bek kiri Manchester United itu sempat absen sejak fase grup.

Di kubu lawan, Belanda tak memiliki banyak masalah untuk tetap memainkan skema seperti di laga-laga sebelumnya. Stefan de Vrij dan Virgil van Dijk masih akan mengawal barisan belakang. Sedangkan Cody Gakpo masih akan memperkuat lini serang dengan menopang Memphis Depay.

Belanda cuma kalah 1 kali dalam 9 laga terakhir vs Inggris. Belanda selalu mencetak minimal 2 gol dalam 4 dari 5 laga terakhir vs Inggris. Belanda selalu gagal clean sheet dalam 6 laga terakhir vs Inggris. Belanda selalu kebobolan 1 gol dalam 3 laga terakhir vs Inggris.

Belanda menang 6 kali dan kalah 2 kali dalam 9 laga terakhir di putaran utama Euro. Belanda selalu mencetak minimal 2 gol dalam 7 dari 9 laga terakhir di putaran utama Euro. Belanda menang 9 kali dan kalah 2 kali dalam 12 laga terakhir. Belanda selalu mencetak minimal 2 gol dalam 8 dari 10 laga terakhir.

Belanda 8 kali clean sheet dalam 12 laga terakhir. Tak termasuk adu penalti, Inggris cuma kalah 1 kali dalam 23 laga terakhir di putaran utama Euro. Tak termasuk adu penalti, Inggris tak terkalahkan dalam 
12 laga terakhir di putaran utama Euro. Inggris selalu kebobolan 1 gol dalam 5 dari 7 laga terakhir di putaran utama Euro.

Inggris cuma menang 3 kali dalam 10 laga terakhir. Inggris selalu kebobolan 1 gol dalam 4 dari 6 laga terakhir.

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN: 
Belanda (4-2-3-1): Verbruggen; Dumfries, De Vrij, Van Dijk, Ake; Schouten, Reijnders; Malen, Simons, Gakpo; Depay. (Pelatih: Ronald Koeman) 

Inggris (3-4-2-1): Pickford; Walker, Stones, Guehi; Saka, Mainoo, Rice, Trippier; Foden, Bellingham; Kane. (Pelatih: Gareth Southgate) 

5 PERTEMUAN TERAKHIR: 
07/06/19 Belanda 3-1 Inggris (UNL)
24/03/18 Belanda 0-1 Inggris (Friendly)
30/03/16 Inggris 1-2 Belanda (Friendly)
01/03/12 Inggris 2-3 Belanda (Friendly)
13/08/09 Belanda 2-2 Inggris (Friendly).

5 LAGA TERAKHIR BELANDA: 
16/06/24 Polandia 1-2 Belanda (Euro)
22/06/24 Belanda 0-0 Prancis (Euro)
25/06/24 Belanda 2-3 Austria (Euro)
02/07/24 Rumania 0-3 Belanda (Euro)
07/07/24 Belanda 2-1 Turki (Euro).

5 LAGA TERAKHIR INGGRIS: 
17/06/24 Serbia 0-1 Inggris (Euro)
20/06/24 Denmark 1-1 Inggris (Euro)
26/06/24 Inggris 0-0 Slovenia (Euro)
30/06/24 Inggris 2-1 Slovakia (Euro)
06/07/24 Inggris 1-1 Swiss (Euro).

STATISTIK: 
BELANDA Menang: 30%
Imbang: 34%
INGGRIS Menang: 36%
SKOR: 1 - 2 (1/2 : 0). (nt/sumber)