Notification

×

Iklan

Iklan

Tak Cuma Amerika, Jerman Ternyata Pendukung Terbesar Genosida Israel di Gaza

Sabtu, 06 Juli 2024 | 00:17 WIB Last Updated 2024-07-05T17:17:59Z

Persenjataan militer Israel yang ternyata dipasok Amerika dan Jerman. (Foto: Istimewa) 

ARN24.NEWS
– Memasuki bulan ke-9 agresi militer Israel di Jalur Gaza, Palestina, sebuah fakta terkuak di balik brutalnya serangan pasukan zionis. 


Selain Amerika Serikat (AS), ternyata ada satu negara Eropa yang juga menyokong persenjataan dalam jumlah besar.


Sejak tentara Israel menggempur Gaza, Amerika menjadi negara paling banyak menyuplai senjata ke Tel Aviv.  Dalam laporan yang dikutip, Militer dari Middle East Monitor, Amerika tercatat telah mengeluarkan persetujuan dan melakukan lebih dari 100 kali penjualan senjata ke Israel. 


Amerika menerbangkan sejumlah senjata mulai dari amunisi pertahanan udara, rudal berpemandu presisi (PGM), amunisi artileri, peluru tank hingga senjata ringan. 


Data ini tercatat dalam laporan Foundation Defence of Democracies (FDD) yang bermarkas di Washington.  


Amerika bahkan menyewakan dua baterai sistem pertahanan udara C-RAM Iron Dome, termasuk alat perbaikan pencegat, langsung dari inventaris militer Amerika. Kemudian, pada Januari 2024 lalu Amerika juga telah menyepakati penjualan jet tempur Lockheed Martin F-35 Lightning II, jet tempur General Dyunamics F-16 Fighting Falcon helikopter serbu Boeing AH-64 Apache, dan helikopter multiperan Sikorsky UH-60 Black Hawk. 


Tak hanya itu, Amerika juga melego howitzer (meriam) M109, dan sistem peluncur mult-roket M270, bom tak berpemandu MK-84 dan MK-82. 


Selain Amerika, ternyata ada Jerman yang menjadi negara kedua yang paling banyak menyuplai senjata ke Israel. Sebelum agresi militer Israel pecah pada 7 Oktober 2023, Jerman telah sepakat mengekspor senjata ke Negeri Zionis.  


Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari Forensis, total penjualan senjata Jerman ke Israel mencapai nilai US$352 juta, atau senilai dengan Rp5,8 triliun. Jerman telah memberikan lisensi teknologi militer untuk peralatan perang elektronik, kapal perang, peralatan angkatan laut, bom, torpedo, roket hingga rudal. 


Pada 2023, Jerman mengekspor kapal perang jenis korvet Sa'ar 6 sebanyak dua unit. Kemudian, Israel juga mendapat 10 unit peluru torpedo DM2A4 Seehecht untuk kapal selam kelas Dolphin. Jerman juga membuat mesin disel yang digunakan untuk mengoperasikan Kendaraan Lapis Baja (APV) Eitan, hingga Tank Tempur Utama (MBT) Merkava Mark-IV. Yang juga disebutkan adalah ekspor 10.000 butir amunisi tank 120 milimeter. (vvn