
Gubernur Sumut Bobby Nasution saat menghadiri peluncuran Layanan Peralihan Hak Atas Tanah (HAT) secara Elektronik di Hotel Adimulia, Medan, Senin (4/8/2025).
ARN24.NEWS – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan pentingnya peran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya terkait kepastian hukum atas tanah di Indonesia.
Hal itu disampaikan Bobby saat menghadiri peluncuran Layanan Peralihan Hak Atas Tanah (HAT) secara Elektronik di Hotel Adimulia, Medan, Senin (4/8). Menurutnya, sertifikat tanah yang diterbitkan ATR/BPN menjadi data dasar untuk mencegah terjadinya konflik agraria.
“Persoalan tanah bisa menjadi masalah besar, bahkan merenggut nyawa. Konflik bisa terjadi bukan hanya antarwilayah, tetapi juga antarnegara. Karena itu, peran ATR/BPN sangat penting,” ujar Bobby.
Ia berharap layanan peralihan HAT elektronik segera diimplementasikan untuk mempercepat pelayanan dan mendukung tata kelola pertanahan di Sumut.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Sumut Sri Pranoto menyebut layanan tersebut menjadi babak baru pengelolaan pertanahan. Menurutnya, proses sertifikasi tanah bisa dipercepat hingga selesai dalam hitungan jam.
“Ini bisa memitigasi konflik agraria di Sumut, sekaligus menjadikan kita role model di Indonesia,” katanya.
Berdasarkan data Triwulan II 2025, ATR/BPN Sumut mencatat jumlah pengaduan masyarakat menurun 30 persen, tingkat kepuasan meningkat hingga 85 persen, dan layanan tepat waktu mencapai 92 persen.
Dalam kegiatan tersebut, ATR/BPN juga menyerahkan sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), sertifikat tanah wakaf, aset masyarakat, dan aset Pemprov Sumut, serta menandatangani perjanjian kerja sama percepatan sertifikasi aset Pemprov.
Acara dihadiri Staf Ahli Menteri ATR/BPN Bidang Teknologi dan Informasi Dwi Budi Martono, jajaran Kementerian ATR/BPN, OPD Pemprov Sumut, hingga Kakanwil ATR/BPN kabupaten/kota se-Sumut. (rfn)








