ARN24.NEWS - Anggota DPRD Kota Medan, dr. Faisal Arbie M. Biomed, meminta pemerintah kelurahan rutin menggelar musyawarah kelurahan (Muskel) setiap bulan guna meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial (bansos).
Menurut Faisal, Muskel harus memiliki payung hukum yang jelas sebagai pedoman teknis pelaksanaan, termasuk terkait peserta yang terlibat serta mekanisme penetapan skala prioritas.
Hal itu disampaikannya, Jumat (6/3/2026), menanggapi keluhan warga yang mengaku tidak pernah dilibatkan dalam Muskel, terutama dalam perencanaan pembangunan dan penentuan penerima bansos.
Ia menilai, pelaksanaan Muskel secara rutin dapat menjadi sarana efektif untuk memvalidasi data penerima bansos sekaligus mengevaluasi potensi ketidaktepatan sasaran. Faisal juga menyoroti masih banyak warga miskin yang belum terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
“Melalui Muskel, data penerima bantuan bisa diperbarui sehingga penyaluran bansos lebih tepat sasaran dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat terakomodasi,” ujarnya.
Selain itu, Muskel dinilai penting sebagai forum perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan, termasuk penyusunan program prioritas dan peningkatan partisipasi masyarakat.
Terkait anggaran, Faisal mendorong lurah mengusulkan kebutuhan program melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar dapat diakomodasi dalam APBD Kota Medan.








