ARN24.NEWS - Rencana Direksi Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Medan untuk memutus kontrak sekitar 100 tenaga honorer menuai penolakan dari DPRD Kota Medan. Wakil Ketua Komisi III DPRD Medan, H.T. Bahrumsyah, meminta kebijakan tersebut dikaji ulang agar tidak menimbulkan persoalan baru.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Medan bersama jajaran direksi PUD Pasar, yang dipimpin Ketua Komisi III Salomo T.R. Pardede, dengan dihadiri sejumlah anggota dewan, di antaranya David Roni Ganda Sinaga, Godfried Effendi Lubis, Sri Rezeki, Doli Indra Rangkuti, dan Faisal Arbie.
“Sebaiknya rencana pemutusan kontrak tenaga honorer ini dipertimbangkan kembali. Mereka baru direkrut dan tidak tepat jika langsung diberhentikan,” ujar Bahrumsyah.
Ia menilai, daripada melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), PUD Pasar sebaiknya mengoptimalkan kinerja tenaga honorer tersebut dengan menugaskan mereka pada pekerjaan yang selama ini dialihkan kepada pihak ketiga.
“Pekerjaan yang diserahkan kepada pihak ketiga sebaiknya diambil alih dan dikelola langsung oleh PUD Pasar, sehingga tenaga yang ada bisa diberdayakan secara maksimal,” tegasnya.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Komisi III DPRD Medan, Salomo T.R. Pardede. Ia menegaskan bahwa kebijakan PHK justru berpotensi menimbulkan persoalan sosial baru dan harus dihindari.
“Jangan sampai ada pemecatan dengan alasan efisiensi anggaran. Manajemen harus mencari solusi dengan memberdayakan karyawan yang ada,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PUD Pasar Medan, Anggia Ramadhan, menyampaikan rencana pengurangan tenaga honorer sebagai bagian dari upaya efisiensi. Ia menyebut jumlah pegawai saat ini mencapai lebih dari 600 orang, dengan sebagian dinilai tidak bekerja secara optimal.
“Kami berencana melakukan perampingan dengan mengurangi sekitar 100 tenaga honorer untuk menekan beban belanja pegawai,” jelas Anggia.
DPRD Medan berharap keputusan terkait tenaga kerja di lingkungan PUD Pasar dapat dilakukan secara bijak dengan mempertimbangkan aspek sosial, efisiensi, serta optimalisasi kinerja internal perusahaan.









