ARN24.NEWS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi resmi membuka kegiatan pesantren kilat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Program pembinaan keagamaan ini dipusatkan di Masjid At-Taubah dan bertujuan mempertebal iman serta memberikan bekal spiritual selama para WBP menjalani masa pidana.
Suasana khusyuk tampak menyelimuti area lapas saat puluhan WBP berkumpul mengenakan baju koko dan peci untuk mengikuti rangkaian kegiatan.
Program ini dirancang bukan sekadar agenda rutin, tetapi sebagai bagian dari upaya rehabilitasi mental dan pembentukan karakter.
Selama sepekan pelaksanaan, peserta akan menerima materi intensif meliputi pendalaman fiqih ibadah seperti tata cara salat dan bersuci, tahsin Al-Qur’an untuk memperbaiki bacaan dan hafalan surat pendek, kajian akhlak yang membahas perubahan perilaku serta pengendalian diri, hingga wawasan kebangsaan yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kecintaan terhadap tanah air.
Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi Agus Imam Taufik,dalam sambutannya menegaskan bahwa pembinaan spiritual menjadi bagian penting dalam proses pemasyarakatan.
“Jeruji besi bukanlah penghalang untuk menjadi hamba yang lebih baik. Kami berharap warga binaan tidak hanya menjalani hukuman fisik, tetapi juga merasakan kemerdekaan batin. Ketika bebas nanti, mereka membawa perubahan nyata dan mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang religius,” ujarnya, Selasa (3/3).
Salah seorang WBP peserta kegiatan mengaku bersyukur atas program tersebut. Ia menilai pesantren kilat memberinya ruang untuk merenungi kesalahan masa lalu sekaligus memperdalam pemahaman agama secara lebih terarah.
Kegiatan ini turut menghadirkan pengajar internal lapas serta menggandeng penyuluh agama dari Kementerian Agama setempat guna memastikan materi yang disampaikan tepat sasaran dan memberikan kesejukan bagi para peserta.









