Notification

×

Iklan

Pedagang Bakso di Medan Dibacok Geng Motor Bersajam, Ini Kata Polisi

Sabtu, 18 April 2026 | 07:53 WIB Last Updated 2026-04-18T00:53:27Z

Arif Nur Hidayat masih terbaring lemas di Rumah Sakit Hermina, Kota Medan pada Jumat (17/4/2026). Ia menjadi korban keganasan geng motor bersenjata tajam saat melintas di Jalan Gaperta, Kota Medan.(Foto: KOMPAS.com )

ARN24.NEWS
- Seorang pedagang bakso, Arif Nur Hidayat, menjadi korban penyerangan geng motor bersenjata tajam di Jalan Gaperta, Kecamatan Helvetia, Kota Medan, Kamis (16/4/2026) sore.


Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bacok pada bagian betis kiri serta sejumlah luka lebam di tubuh dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina.


Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula sekitar pukul 15.30 WIB saat korban bersama keponakannya hendak menuju Pasar Sei Sikambing untuk bekerja menggiling bakso.


Namun di tengah perjalanan, mereka tiba-tiba dihadang puluhan pengendara sepeda motor yang langsung mengepung dan melakukan penyerangan secara brutal.


Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam gang, tetapi akses jalan tertutup portal sehingga tidak bisa melarikan diri.


“Langsung dihantam di situ. Saya cuma bisa lindungi kepala,” kata Arif.


Korban mengaku tidak mengetahui jumlah pasti pelaku karena fokus melindungi diri dari serangan senjata tajam.


Korban Tidak Mengetahui Motif

Arif menyatakan tidak mengetahui motif penyerangan tersebut. Ia memastikan tidak memiliki konflik dengan para pelaku, bahkan barang miliknya tidak ada yang dirampas.


“Kalau begal, barang saya tidak ada yang diambil. Jadi saya tidak tahu kenapa diserang,” ujarnya.


Selain korban, keponakannya juga mengalami luka lebam akibat penganiayaan tersebut.


Polisi Lakukan Penyelidikan

Kapolsek Helvetia Kompol Nelson JP Sipahutar dilansir dari kompas.com, mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait kejadian tersebut dan langsung melakukan langkah penyelidikan.


Meski korban belum membuat laporan resmi, polisi tetap mengumpulkan keterangan dan mendalami kasus tersebut.


“Korban sudah kami datangi untuk menggali informasi. Sejauh ini kami menduga para pelaku salah sasaran,” kata Nelson. (kc/rfn)