ARN24.NEWS - Kepolisian Sektor (Polsek) Dolok Silau mengamankan 13 remaja yang diduga hendak melakukan tawuran serta menyita tiga senjata tajam jenis kelewang di kawasan Simpang Tanjung Purba, Nagori Cingkes, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Kapolsek Dolok Silau AKP M. Nasir Daulay mengatakan pengamanan tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat terkait sekelompok anak muda yang berkumpul di sekitar Jalan Cingkes menuju Nagori Bawang, Minggu (13/9) sekitar pukul 00.15 WIB.
"Kami menerima laporan masyarakat adanya sekelompok anak muda yang akan melakukan tawuran di sekitar Jalan Cingkes menuju Nagori Bawang," ujar M. Nasir Daulay saat dikonfirmasi, Minggu.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek bersama Kanit Reskrim IPDA Hendrawan Sembiring dan Kanit Sabhara Bripka PSH Padang mengerahkan personel ke lokasi.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati sekelompok remaja sedang berkumpul di Simpang Nagori Tanjung Purba. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan tiga senjata tajam jenis kelewang.
"Dari hasil pemeriksaan, ditemukan tiga pucuk senjata tajam berupa kelewang yang dibawa oleh kelompok anak muda tersebut," katanya.
Sebanyak 13 remaja yang berada di lokasi kemudian diamankan ke Mapolsek Dolok Silau untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menghadirkan orang tua para remaja serta sejumlah pemimpin wilayah setempat, yakni Pangulu Cingkes, Pangulu Tanjung Purba, Kepala Desa Rumamis, dan Kepala Desa Tiga Panah.
Menurut Nasir, langkah tersebut dilakukan untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan sekaligus memberikan pembinaan kepada para remaja.
"Orang tua dari masing-masing anak yang diamankan turut kami hadirkan guna diberikan pembinaan bersama di Mako Polsek," ujarnya.
Dari hasil pembinaan, para remaja bersama orang tua masing-masing membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. Surat tersebut disaksikan oleh pangulu dan kepala desa setempat.
Nasir mengatakan pendekatan humanis dipilih karena para remaja tersebut masih memiliki masa depan yang perlu dijaga, namun tetap diberikan pemahaman mengenai bahaya membawa senjata tajam dan terlibat dalam aksi kekerasan.
"Pendekatan humanis ini kami pilih sebagai upaya mendidik generasi muda tanpa harus langsung berujung pada proses hukum, demi masa depan mereka," katanya.
Ia menambahkan, meski kondisi cuaca saat itu gerimis, personel tetap merespons laporan masyarakat untuk mencegah terjadinya bentrokan.
Setelah para remaja diamankan dan diberikan pembinaan, situasi di kawasan Nagori Cingkes dan Tanjung Purba dilaporkan kembali kondusif.
"Alhamdulillah, situasi saat ini dalam keadaan aman dan terkendali pasca dilaksanakannya pembinaan terhadap anak-anak dan orang tua," ujar Nasir.
Kapolsek menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan upaya pencegahan terhadap potensi tawuran dan gangguan keamanan lainnya melalui respons cepat terhadap laporan masyarakat.
"Kami akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam mencegah potensi konflik sedini mungkin demi menjaga kedamaian bersama," katanya. (EL Trg)









