| Sang Perdana Menteri, Hector Valer |
ARN24.NEWS -- Terkadang untuk mendapatkan jabatan rela berbuat segalanya. Malah kerap ditemukan pejabat lupa daratan karena posisinya. Mirisnya lagi, meski didemo rakyatnya pun enggan memberikan kursi panasnya.
Nah, namun beda dengan Negara Peru ini. Sang Perdana Menteri, Hector Valer mengonfirmasi bahwa dia akan mundur dari jabatannya, hanya empat hari setelah ditunjuk untuk mengisi posisi tersebut, Sabtu (5/02/2022).
Mundurnya Valer, yang diumumkan menyusul tuduhan bahwa dia memukuli putri dan mendiang istrinya, kembali menciptakan kekosongan kepemimpinan baru di negara Andes itu.
Presiden Pedro Castillo mengatakan pada Jumat (4/2/2022) bahwa dia akan merombak Kabinet sehubungan dengan tuduhan tersebut, tetapi tidak membahas apakah Valer akan pergi.
Castillo sekarang harus menunjuk kabinet keempatnya hanya dalam enam bulan, yang katanya akan memasukkan perwakilan dari berbagai kelompok politik. Tidak jelas kapan pengumuman kabinet batu ini akan dilakukan.
Castillo, mantan guru sekolah dan anggota partai Marxis-Leninis, semakin bergerak ke kanan sejak menjabat Juli lalu. Perdana menteri pertamanya adalah pemimpin partai sayap kiri, yang digantikan pada Oktober oleh politisi kiri moderat, sebelum Castillo menunjuk Valer minggu ini.
Valer adalah seorang anggota parlemen dan Katolik konservatif yang mencalonkan diri dengan partai sayap kanan sebelum membelot untuk bergabung dengan blok Kongres yang bersahabat dengan Castillo.
Perdana menteri Peru adalah sosok yang kuat. PM adalah kepala penasihat presiden, dan memimpin serta membantu menunjuk anggota Kabinet lainnya. (SND/SAZE)








