Notification

×

Iklan

Kahiyang Ayu Borong Kain Songket Khas Asahan Dukung Pengrajin Lokal

Selasa, 05 Agustus 2025 | 12:36 WIB Last Updated 2025-08-21T05:40:18Z

Ketua Dekranasda Sumatera Utara Kahiyang Ayu mengunjungi sentra pengrajin songket di Desa Silo Bonto, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Senin (4/8/2025). (Foto: Diskominfo Sumut)

ARN24.NEWS
- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara (Sumut) Kahiyang Ayu mengunjungi sentra pengrajin songket di Desa Silo Bonto, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Senin (4/8). 


Dalam kunjungan itu, ia memborong berbagai motif kain songket khas Asahan seperti Pucuk Rebung, Bunga Tulip, Motif Kapal dan Ikan, serta Motif Asahan Klasik.


Kahiyang mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan Dekranasda Sumut terhadap pelestarian warisan budaya sekaligus pengembangan UMKM.


“Motif pada songket biasanya menggambarkan kearifan lokal dan sejarah daerah. Kehadiran Dekranasda di Desa Silo Bonto ini diharapkan bisa menjadi promosi agar produk lokal semakin dikenal dan diminati masyarakat luas,” ujarnya.


Dalam kesempatan itu, Kahiyang juga berdialog dengan para pengrajin. Salah satu keluhan utama yang disampaikan adalah keterbatasan bahan baku seperti benang togak dan benang pakan, yang masih harus didatangkan dari Sumatera Barat.


Seorang pengrajin songket, Zul Asmal, menyebut komunitas pengrajin di Desa Silo Bonto sudah aktif lebih dari 10 tahun, dengan jumlah 15-20 orang. Mereka memproduksi songket dengan harga bervariasi mulai dari Rp350 ribu hingga Rp650 ribu tergantung motif dan kualitas bahan.


“Hasil tenunan ini dipasarkan ke Medan, Jakarta, Bukittinggi, hingga ke masyarakat lokal dan Pemkab Asahan. Terima kasih Ibu Gubernur atas kunjungannya, semoga UMKM kami semakin dikenal,” ujar Zul. (rfn)