ARN24.NEWS – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengambil langkah cepat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban pasca-demonstrasi yang berujung anarkis di sejumlah daerah, termasuk Jakarta.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menggelar pertemuan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda di Balai Kota Medan, Minggu (31/8) malam.
Langkah proaktif ini merupakan tindak lanjut instruksi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang meminta kepala daerah aktif membangun keamanan dan ketertiban di wilayahnya masing-masing.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap, Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen beserta para wakil ketua, Sekda Wiriya Alrahman, unsur Forkopimda, Ketua MUI Medan, Kakankemenag, dan perwakilan tokoh publik lainnya.
Dalam kesempatan itu, dilakukan penandatanganan Surat Pernyataan Bersama yang mengajak seluruh masyarakat Medan menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif, serta tidak mudah terprovokasi isu-isu yang dapat memecah persatuan.
"Kita patut saling membantu aparat TNI dan Polri yang saat ini berjibaku menjaga keamanan. Mari memberikan anjuran yang baik dengan hati yang dingin kepada kelompok maupun masyarakat," ujar Rico Waas.
Ia menegaskan, aspirasi masyarakat perlu disampaikan dengan cara yang benar.
"Aspirasi adalah hal yang layak didengar, tetapi akan kehilangan makna jika disampaikan dengan cara yang berujung pada tindakan anarkis," katanya.
Rico juga mengajak seluruh pemuka agama dan masyarakat untuk melakukan doa bersama di tempat ibadah masing-masing pada Senin (1/9) pukul 13.30 WIB. Pemko Medan, kata dia, akan memberikan dukungan penuh agar doa bersama ini dapat berlangsung hingga tingkat kelurahan dan lingkungan.
"Pertemuan ini bukan karena rasa khawatir, tetapi wujud kesadaran kolektif. Indonesia adalah bangsa yang baik dan ingin membangun, bukan bangsa yang anarkis. Kita rawat Kota Medan bersama menuju Indonesia yang lebih baik," ucapnya.
Dalam forum tersebut, para tokoh lintas agama, masyarakat, dan pemuda juga menyatakan kesediaan membantu Pemko Medan menyosialisasikan pentingnya menjaga ketenangan dan mencegah provokasi. Peran mereka dinilai krusial dalam menenangkan masyarakat.
Selain di Balai Kota, pertemuan serupa juga digelar di tingkat kecamatan oleh para camat bersama unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat setempat untuk memperkuat koordinasi menjaga kondusivitas Kota Medan. (sh)









