Notification

×

Iklan

Haul ke-102 Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Annaqsabandi, Basilam Langkat Dihadiri Puluhan Ribu Jamaah dari Dalam dan Luar Negeri

Rabu, 12 November 2025 | 22:49 WIB Last Updated 2025-11-12T15:50:01Z


ARN24.NEWS
– Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari negara jiran Malaysia, memadati kawasan Basilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, untuk memperingati Haul ke-102 Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Annaqsyabandi ulama besar pendiri Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Babussalam, pada Rabu, 12 November 2025.


Haul yang dikenal jatuh pada tanggal 10, 11, dan 12 November ini menjadi momentum spiritual yang penuh keberkahan. Sejak 40 hari sebelum acara puncak, kawasan Basilam sudah ramai oleh para jamaah yang bersuluk, ada yang melaksanakan suluk selama 40 hari, 20 hari, hingga 10 hari, sebagai bentuk riyadhah dan upaya mencari keberkahan dari karamah Syekh Abdul Wahab Rokan.


Diperkirakan lebih dari 40 ribu jamaah hadir dalam kegiatan ini. Mereka datang dari berbagai penjuru, seperti Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Dumai, Tapanuli Selatan, Medan, dan sekitarnya, bahkan dari Malaysia. Suasana puncak haul terlihat penuh khidmat dan haru. Banyak jamaah rela bermalam di area madrasah, di bawah nosah, dan di pelataran masjid hanya untuk memperoleh keberkahan dan bisa berziarah ke makam sang wali mursyid.


Khalifah Muhammad Ali Sitorus bersama Mursyid tariqat naqsabandiyah dari air batu Asahan, mengikuti acara puncak Haul ke102.

Salah seorang jamaah suluk, Muhammad Ali Sitorus, tokoh dari deli Serdang sekaligus Khalifah Tarekat Naqsyabandiyah, menyampaikan rasa haru dan kagumnya atas ketertiban para tamu.


“Saya melihat ribuan orang datang, bahkan ada yang tidur di bawah kolong dengan alas plastik. Tapi tak sedikit pun terdengar keluhan, tak ada tangisan bayi, dan yang mengagumkan — tak ada satu pun laporan kehilangan barang. Semua tampak damai, penuh keberkahan,” ungkapnya.


Sementara itu, Syekh Dr. Zikmal Fuad, M.H., Tuan Guru Babussalam ke-13, dalam tausiyahnya menegaskan bahwa keberkahan seorang wali Allah tidak berhenti setelah wafatnya.


“Bukan hanya orang hidup yang memberi manfaat. Orang yang telah wafat pun, jika ia kekasih Allah, tetap memberi manfaat dan keberkahan bagi umat,” ujar beliau.


Haul ini menjadi bukti bahwa ajaran dan keteladanan Syekh Abdul Wahab Rokan tetap hidup dan berpengaruh luas di tengah masyarakat. Basilam Langkat, yang dikenal sebagai bumi para salik, hingga kini terus menjadi pusat zikir, suluk, dan spiritualitas umat yang haus akan kedamaian batin. (Don Ma)