Notification

×

Iklan

Sempat Tertinggal, PSMS Bangkit dan Bungkam Persiraja di Banda Aceh

Senin, 19 Januari 2026 | 00:01 WIB Last Updated 2026-01-18T17:01:46Z

Para pemain PSMS merayakan gol kemenangan atas Persiraja dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion H. Dhimurtala, Lampineung, Banda Aceh. (Foto: Istimewa)

ARN24.NEWS
– PSMS Medan meraih kemenangan penting usai menundukkan Persiraja Banda Aceh dengan skor 2-1 pada laga lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion H. Dhimurtala, Lampineung, Banda Aceh, Minggu (18/1/2026) malam. 


Hasil ini membuat tim berjuluk Ayam Kinantan naik ke peringkat lima klasemen sementara dengan koleksi 23 poin, sementara Persiraja harus turun ke posisi keenam dengan poin yang sama.


Bertindak sebagai tuan rumah, Persiraja sempat unggul lebih dulu melalui gol Juan Mera Gonzales, pada menit ke-34. Gol tersebut lahir dari tekanan intens yang dilakukan Persiraja di babak pertama, di mana mereka tampil dominan dalam penguasaan bola. Namun keunggulan itu tak bertahan lama. 


Kendati Persiraja tampil komplit dengan tiga pemain asing, PSMS Medan yang hanya diperkuat kapten asal Korea, Kim Jeung-ho, mampu menyamakan kedudukan lewat Dani Saputra, pada menit tambahan babak pertama, sebelum Adlin memastikan kemenangan tim tamu lewat gol penentu pada menit ke-59. 


Efektivitas PSMS dalam memaksimalkan peluang menjadi pembeda dalam laga Derby Sumatera tersebut. Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang mampu tampil solid meski bermain di kandang lawan.


“Alhamdulillah, tidak mudah main di Aceh. Persiraja tim bagus, pemainnya lengkap dengan pemain asing. Target awal kami mencuri poin, Alhamdulillah malah dapat tiga poin. Apresiasi buat tim, terutama pemain,” ujar Eko usai pertandingan.


Ia menambahkan bahwa persiapan matang dan disiplin menjalankan instruksi menjadi kunci kebangkitan PSMS setelah sempat tertinggal.


“Kami sudah persiapkan dengan matang. Walaupun tadi Persiraja unggul dulu, pemain tidak panik, tidak cepat hilang bola. Itu kunci utama. Semua pemain, termasuk debutan, berkontribusi besar karena mereka paham strategi dan filosofi permainan,” katanya.


Atmosfer panas pertandingan juga menjadi tantangan tersendiri bagi PSMS. Dukungan penuh suporter tuan rumah membuat tensi laga meningkat. Namun kata Eko, atmosfer dukungan untuk tim tuan rumah malah menambah semangat skuat PSMS yang datang sebagai tamu.


Sementara itu, Eko menilai kepemimpinan wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, berjalan adil pada laga ketat tersebut 


“Wasit netral, tidak memihak. Keputusan-keputusannya menurut saya adil untuk kedua tim,” tegasnya.


Sementara itu, pemain PSMS Medan Zaki Alim menegaskan kemenangan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim.


“Kami semua kerja keras untuk ambil poin di kandang lawan. Semua pemain menjalankan taktik dari pelatih dengan baik, dan hasilnya bisa kami bawa pulang,” ujarnya. 


Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi PSMS Medan untuk terus bersaing di papan atas klasemen Liga 2 musim ini. Hasil maksimal ini menjadi modal berharga dalam rangkaian tur berikutnya menghadapi Garudayaksa, pemuncak klasemen Grup 1 (Wilayah Barat) pada MInggu (25/1/2026) mendatang. (sh