Notification

×

Iklan

Bina Mental Warga Binaan, Lapas Bagansiapiapi Buka Layanan Konseling Gratis

Kamis, 05 Februari 2026 | 14:09 WIB Last Updated 2026-02-05T07:09:21Z

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi membuka layanan konseling gratis bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai upaya mendukung pemulihan kondisi psikologis, khususnya bagi warga binaan yang mengalami kecemasan akibat berada di lingkungan baru dan jauh dari keluarga. (Foto: Humas Lapas Bagansiapiapi)

ARN24.NEWS
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi membuka layanan konseling gratis bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai upaya mendukung pemulihan kondisi psikologis, khususnya bagi warga binaan yang mengalami kecemasan akibat berada di lingkungan baru dan jauh dari keluarga.


Layanan konseling ini dibuka setiap hari dan dapat diakses secara langsung oleh seluruh warga binaan tanpa dipungut biaya. Program tersebut menjadi salah satu pembinaan unggulan Lapas Bagansiapiapi dalam rangka mendukung kesehatan mental WBP selama menjalani masa pidana.


Kepala Lapas Bagansiapiapi Agus Imam Taufik, mengatakan bahwa layanan ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi emosional warga binaan, terutama pada masa awal menjalani pembinaan di dalam lapas.


“Pelayanan konseling ini kami buka setiap hari bagi warga binaan. Kami persilakan siapa pun yang ingin mengakses layanan ini agar dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Imam, Rabu (4/2/2026).


Salah seorang warga binaan, Sumardi, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan konseling tersebut. Ia menyebut program ini memberikan ketenangan sekaligus motivasi untuk menjalani hari-hari di dalam lapas dengan lebih baik.


“Awalnya saya sangat cemas karena baru masuk dan jauh dari keluarga. Setelah ikut konseling, saya merasa lebih tenang dan bisa berpikir lebih positif. Saya juga merasa didengar dan diperhatikan,” ungkapnya.


Melalui program ini, Lapas Bagansiapiapi berkomitmen menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih humanis, tidak hanya menitikberatkan pada aspek kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga memberikan dukungan psikologis agar warga binaan dapat menjalani proses pemasyarakatan secara lebih sehat, stabil, dan produktif. (rfn)