Notification

×

Iklan

TFR Sibolga Sudah On Track, BKKBN Sumut Fokus Genjot mCPR

Minggu, 08 Februari 2026 | 19:51 WIB Last Updated 2026-02-08T12:51:22Z

Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sumut, Fatmawati ST M.Eng, saat turun langsung ke Kota Sibolga untuk menyerahkan bantuan sekaligus melakukan pembinaan terhadap Penyuluh Keluarga Berencana (PKB). (Foto: Istimewa)

ARN24.NEWS
– Komitmen memperkuat pelaksanaan Program Bangga Kencana sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap tenaga lini lapangan kembali ditegaskan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut). 


Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sumut, Dr Fatmawati ST M.Eng, turun langsung ke Kota Sibolga untuk menyerahkan bantuan sekaligus melakukan pembinaan terhadap Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Sabtu (7/2/2026).


Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Sibolga tersebut, bantuan dari Birokrasi Kemendukbangga/BKKBN diserahkan kepada PKB Kota Sibolga yang terdampak bencana Sumatera.


Selain itu, bantuan juga disalurkan secara virtual kepada PKB Kabupaten Tapanuli Selatan. Tak hanya menyerahkan bantuan, kunjungan ini juga dimanfaatkan sebagai momentum penguatan kapasitas dan evaluasi pelaksanaan program di lapangan. 


Dalam arahannya, Dr Fatmawati menyoroti capaian indikator program di Kota Sibolga yang menunjukkan progres positif, namun tetap memerlukan penguatan strategi pelaksanaan.


Berdasarkan data tahun 2025, Total Fertility Rate (TFR) Kota Sibolga telah berada pada angka 2,3, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Sumut yang berada pada angka 2,39. 


Capaian tersebut dinilai menunjukkan bahwa pelaksanaan program keluarga berencana di Kota Sibolga telah berjalan pada jalur yang tepat.


“Capaian TFR Kota Sibolga sudah menunjukkan hasil yang baik dan berada di bawah rata-rata provinsi. Ini menandakan program yang dijalankan sudah on track dan perlu terus dipertahankan,” ujar Dr Fatmawati.


Meski demikian, ia menekankan masih adanya tantangan dalam peningkatan Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) Kota Sibolga yang saat ini berada di angka 45,6 persen. Angka tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan karena turut mempengaruhi capaian provinsi yang berada di angka 50,5 persen..


“Kami berharap kolaborasi antara PKB, pemerintah daerah, serta mitra kerja lainnya terus diperkuat agar target program dapat tercapai secara maksimal dan berkelanjutan,” katanya. (sh