Notification

×

Iklan

Drama 2 Kartu Merah, PSMS Medan Cuma Mampu Kalahkan Sriwijaya FC 1-0

Minggu, 19 April 2026 | 23:22 WIB Last Updated 2026-04-19T16:22:29Z

Striker PSMS, Felipe Catenazzi yang membawa PSMS unggul cepat gagal memanfaatkan peluang untuk menambah koleksi golnya. (Foto: Istimewa)

ARN24.NEWS
– Laga sengit dan penuh emosi mewarnai lanjutan Liga II Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Utama Sumut, Minggu (19/4/2026) malam. 


Tuan rumah PSMS Medan yang dijuluki Ayam Kinantan hanya mampu menang tipis 1-0 atas Laskar Wong Kito, Sriwijaya FC. Namun kemenangan ini terasa begitu berat karena dihiasi dua kartu merah untuk kedua tim.


Babak baru berjalan 1 menit! Umpan matang Clayton disambar Felipe untuk membawa PSMS unggul cepat. Publik tuan rumah sempat berpikir pesta gol akan terjadi. Sayangnya, itu satu-satunya gol yang tercipta sepanjang 90+ menit.


Sriwijaya FC berusaha bangkit, tapi lini akhir mereka tumpul. Menit 30, Fahrezi (Sriwijaya) mendapat kartu kuning. Menjelang jeda, petaka datang untuk PSMS Antoni diusir wasit Subro Malisi usai melakukan pelanggaran keras di menit 43. Keunggulan jumlah pemain pun beralih ke tim tamu.


Memasuki babak kedua, pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, langsung mengganti tiga pemain untuk meningkatkan daya gedor. 


Namun justru tim tamu yang harus bermain dengan 10 orang setelah wasit meninjau VAR dan mengganjar kartu merah untuk salah satu pemainnya karena pelanggaran brutal.


PSMS kembali unggul jumlah pemain, tapi anehnya mereka justru tampil ketakutan. Pelatih Eko Purdjianto mengakui di babak kedua, pemainnya terlihat takut mencetak gol. Tidak ada tambahan gol. Tapi inilah sepakbola.


Adlin Cahya cedera dan harus ditandu keluar, digantikan Qadri. Dua peluang emas Rudiyana di menit 80 dan injury time gagal dimanfaatkan sundulan dan umpan silangnya melambung sia-sia.


Pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan yang timnya sudah dipastikan terdegradasi tetap bangga. 


“Anak asuh saya sudah maksimal. Kami unggul jumlah pemain di babak pertama, tapi momen itu tidak kami manfaatkan. Maaf atas bahasa kasar ofisial kami. Selamat buat PSMS," ujar Setiawan. 


Sementara, pelatih PSMS, Eko Purdjianto justru fokus ke depan. Sisa dua laga lawan Persiraja dan Garudayaksa berat. 


"Tapi tekad kami all out. Mudah-mudahan poin penuh," ungkap Eko. 


Dengan kemenangan tipis ini, PSMS Medan mengoleksi 34 poin di Grup A. Meski belum aman, posisi mereka masih kokoh. Sebaliknya, Sriwijaya FC resmi terdegradasi setelah musim yang penuh kekecewaan. (sh)