Notification

×

Iklan

Iklan

Najibullah Lubis (Vokalis Lebah Begantong): Turki Hentikan Langkah Belanda

Sabtu, 06 Juli 2024 | 10:23 WIB Last Updated 2024-07-06T03:23:28Z
Najibullah Lubis (Vokalis Lebah Begantong). 

ARN24.NEWS --
Laga pamungkas babak perempat final Piala Eropa 2024 tersaji di Olympiastadion, Minggu (7/7/2024) pukul 02.00 WIB. The Oranje, Timnas Belanda menjamu sang kuda hitam, Timnas Turki yang berhasil mengandaskan impian Austria dengan skor 2-1. 

Di atas kertas, Belanda memang diunggulkan dengan kemenangan 61 persen. Sedangkan Turki hanya 16 besar dengan perolehan hasil imbang kedua tim sekira 23 persen. Namun beda halnya sebagaimana prediksi vokalis Lebah Begantong, Najibullah Lubis ini. 

Ketika ditanya kans kemenangan, dengan lugas pria berusia 35 tahun tersebut tetap memihak Turki. Dengan alasan, terkadang catatan di atas kertas cuma sekadar oret-oret semata, bukan hasil real. 

"Sah-sah saja kalau banyak yang mengidolakan dan menjagokan Belanda menang pada partai perempat final Piala Eropa 2024 ini. Tapi itu tadi, kan cuma di atas kertas, semua bisa berubah ketika bertanding di lapangan," lirih ayah dua anak ini, Sabtu (6/7/2024). 

Laki yang tinggal di Marindal, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, ini pun tak memungkiri bahwa Timnas Belanda memiliki pemain muda dan berkelas. Hanya saja, lanjut Najibullah, Turki punya pemain pembeda, yakni Arda Guler. 

"Di saat semua pemain Belanda tertuju akan kecepatan dan kelincahan Arda Guler, di situ pula peran pemain sayap Turki berperan. Dan itu sudah terbukti saat Turki mengalahkan Austria," tukasnya. 

Untuk jalannya pertandingan sendiri, menurut pengidola Timnas Prancis ini, akan lebih menarik. Pasalnya, Belanda dengan tekhnikal total football lebih dulu melakukan serangan di babak awal. Belanda mengintensifkan di lini tengah supaya mampu menguasai jalannya pertandingan. 

"Kalau saya perkirakan pelatih Turki, Vincenzo Montella akan benar-benar bertarung di babak kedua, setelah melihat kelemahan Belandan pada babak pertama. Sedangkan di babak pertama, permainan Turki lebih defensif dan sesekali mengandalkan serangan balik," tukasnya. 

Penyuka masakan Mandailing Daun Ubi Tumbuk ini pun mengaku formasi 4-2-3-1 dianggap lebih maksimal. Pun, kata dia, Belanda yang kini diasuh sang pelatih Ronald Koeman juga mengemas skema yang sama, tapi titik kelemahan ada pada lini pertahanan. 

Ditanya soal skor akhir dalam pertandingan Belanda kontra Turki, dia bilang tak begitu jauh. "Turki menang 2-1 atas Belanda, dan Turki mencetak sejarah baru melangkah ke semifinal," tandasnya. 

Diberitakan, kabar bagus bagi Turki, mereka bisa kembali menurunkan Hakan Çalhanoglu dan Samet Akaydin yang terkena skorsing di laga melawan Austria. Tapi, sang pahlawan di babak 16 besar, Merih Demiral dikabarkan absen karena skorsing. 

Ini terjadi akibat dari gestur yang ia lakukan saat melakukan selebrasi gol. Di kubu lawan, Belanda diperkirakan akan tetap menurunkan skuad terbaiknya. Pemain seperti Gakpo, Xavi Simons, Virgil van Dijk, hingga gelandang keturunan Maluku, Tijjani Reijnders, diprediksi tidak akan tergantikan di skuad Oranje.

Belanda cuma menang 4 kali dalam 9 laga terakhir vs Turki. Belanda selalu gagal clean sheet dalam 4 laga terakhir vs Turki. Belanda menang 5 kali dan kalah 2 kali dalam 8 laga terakhir di putaran utama Euro. 

Belanda selalu mencetak minimal 2 gol dalam 6 dari 8 laga terakhir di putaran utama Euro. Belanda menang 8 kali dan kalah 2 kali dalam 11 laga terakhir. Belanda selalu mencetak minimal 2 gol dalam 7 dari 9 laga terakhir. Belanda 8 kali clean sheet dalam 11 laga terakhir.

Tak ada hasil seri dalam 11 laga terakhir Turki di putaran utama Euro. Turki cuma 1 kali clean sheet dalam 16 laga terakhir di putaran utama Euro. Turki cuma menang 3 kali dalam 9 laga terakhir. Turki selalu mencetak minimal 2 gol dalam 3 dari 4 laga terakhir. (saze)