Notification

×

Iklan

Kehilangan Barang Disebut Berulang di Asrama Taruna PBD Medan, Orangtua Pertanyakan Sanksi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 00:13 WIB Last Updated 2026-08-11T17:13:45Z


ARN24.NEWS
– Sejumlah orangtua taruna SMA Pulau Berayan Darat (PBD) Medan mengeluhkan keamanan barang milik siswa selama berada di asrama.


Keluhan tersebut disampaikan melalui kolom komentar media sosial resmi SMAS Taruna PBD Medan setelah sejumlah taruna disebut mengalami kehilangan barang.


Para orangtua menyebut persoalan kehilangan barang bukan kali pertama terjadi. Mereka meminta pihak sekolah dan yayasan meningkatkan pengawasan serta mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.


Salah satu keluhan disampaikan akun @rara can't talk rn melalui kolom komentar unggahan TikTok SMAS Taruna PBD Medan.


“Kayaknya keamanan barang siswa perlu lebih diperhatikan deh, soalnya kalau terlalu sering ada barang yang hilang, lama-lama siswa jadi bingung harus merasa aman di mana. Semoga ke depannya ada tindakan yang lebih serius,” tulis akun tersebut.


Akun itu juga meminta pihak sekolah memberikan pembinaan apabila pihak yang mengambil barang berhasil ditemukan.


Menanggapi keluhan tersebut, akun resmi SMAS Taruna PBD Medan menyebut pihak sekolah telah berupaya menyediakan fasilitas keamanan di asrama.


Pihak sekolah menyatakan kamera pengawas atau CCTV telah dipasang, namun beberapa di antaranya mengalami kerusakan.


“Kita menyediakan asrama sudah maksimal yah bapak/ibu. CCTV sudah diletak di atas plafon dipatahin, jadi mau gimana kita buat lagi. Kita sudah bina anak didik semaksimal mungkin di sekolah,” tulis pihak sekolah.


Sekolah juga mengingatkan orangtua agar tidak membekali taruna dengan barang mewah maupun uang dalam jumlah besar selama berada di asrama.


“Di asrama sudah diinfokan jangan membawa barang-barang yang mewah atau uang jangan banyak dipegang agar tidak mengundang niat jahat teman sekitarnya. Kalau pun ada uang banyak lebih baik dititip ke bapak asramanya,” lanjutnya.


Keluhan serupa disampaikan akun @Ida yang mengaku sebagai orangtua taruna PBD Medan.


Ia menilai persoalan kehilangan barang cukup meresahkan karena dikhawatirkan kembali menimbulkan korban.


“Kejadian seperti ini cukup meresahkan karena bakal ada korban selanjutnya. Mohon pihak sekolah bisa lebih memperhatikan keamanan barang siswa dan mencari solusi agar kejadian kehilangan tidak berulang,” tulisnya.


Pihak SMAS Taruna PBD Medan kemudian menyatakan telah berkoordinasi dengan yayasan terkait persoalan tersebut.


Pihak sekolah juga menyebut telah ada bentuk pertanggungjawaban dari yayasan terhadap sebagian barang yang hilang.


“Sudah saya konfirmasi ke yayasan yah ibu, ternyata sudah ada pertanggungjawaban dari yayasan dan menggantinya, walau tidak 100 persen,” tulis pihak sekolah.


Orangtua Soroti Kasus yang Disebut Berulang


Keluhan lain disampaikan akun @Aswindy Fachrizal yang mengaku sebagai orangtua taruna PBD Medan.


Ia mengatakan reputasi sekolah menjadi salah satu alasan orangtua mempercayakan pendidikan anak mereka kepada PBD Medan.


Karena itu, ia berharap persoalan keamanan di asrama mendapat perhatian serius dari pihak sekolah dan yayasan.


“Sekolah ini reputasi sangat bagus. Makanya saya dan semua orangtua taruna menitipkan anak-anaknya. Kami sebagai orangtua punya harapan yang besar untuk masa depan yang terbaik untuk anak-anak kami,” tulisnya.


Menurutnya, persoalan kehilangan barang telah beberapa kali disampaikan kepada pihak sekolah.


“Namun saya sebagai orangtua pernah menyampaikan beberapa keluhan dan saran terkait kehilangan barang. Ini bukan sekali terjadi? Dan ini tidak boleh toleransi attitude oknum yang mengambil bukan haknya dari anak saya,” lanjutnya.


Orangtua tersebut meminta pengelola sekolah melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan di asrama.


Keluhan serupa juga disampaikan akun @herlinaginting369. Ia menilai pihak yayasan perlu lebih bertanggung jawab terhadap persoalan kehilangan barang yang dialami taruna.


Ia juga meminta pihak sekolah memperhatikan pembentukan sikap dan karakter taruna agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.


“Mereka generasi masa depan, namun tanpa attitude yang baik apalah jadinya nanti. Terima kasih. Saya masih menunggu jawaban dan responsnya,” tulisnya.


Yayasan Terbitkan Surat Pemberitahuan


Menindaklanjuti keluhan orangtua taruna, Yayasan Pendidikan Airindo Kacaribu SMA Pulau Berayan Darat (PBD) Medan menerbitkan surat pemberitahuan terkait persoalan keamanan barang di asrama.


Dalam surat tersebut, pihak sekolah dan asrama menyampaikan permohonan maaf sekaligus menjelaskan sejumlah langkah yang akan dilakukan.


Pertama, pihak sekolah dan asrama meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para taruna selama berada di asrama.


Kedua, orangtua atau wali taruna diminta menyampaikan keluhan secara langsung kepada pihak sekolah melalui nomor WhatsApp yang tercantum dalam surat agar persoalan dapat segera ditangani.


Ketiga, pihak sekolah meminta orangtua dan wali taruna tidak menyampaikan keluhan melalui media sosial dengan alasan ingin bersama-sama menjaga nama baik sekolah.


Keempat, pihak asrama mengingatkan taruna agar tidak menyimpan barang-barang berharga, makanan maupun uang di kamar.


Taruna yang membawa uang dalam jumlah besar atau barang berharga diminta menitipkannya kepada petugas asrama.


Kelima, pihak asrama menyatakan rutin melakukan apel malam yang diisi dengan nasihat, bimbingan, pembentukan karakter dan kedisiplinan taruna.


Pihak sekolah juga menyatakan akan memberikan sanksi kepada taruna yang terbukti melanggar peraturan asrama.


Keenam, yayasan menyatakan akan memperbaiki dan menambah CCTV di asrama.


Dalam surat tersebut disebutkan CCTV mengalami masalah dan perbaikan serta penambahan kamera akan dilakukan dalam waktu satu minggu. Posisi lemari taruna juga akan diatur agar dapat terlihat oleh kamera pengawas.


Ketujuh, pihak yayasan menyatakan akan memperbaiki pintu kamar mandi yang mengalami kerusakan pada pekan yang sama.


Kedelapan, pihak sekolah dan asrama menyatakan akan menangani laporan kehilangan barang dengan membantu mencari barang yang hilang, melakukan pemeriksaan terhadap pihak terkait serta mengecek rekaman CCTV.


Apabila ditemukan pihak yang terbukti mengambil barang milik taruna, pihak sekolah menyatakan akan memberikan sanksi, termasuk kemungkinan dikeluarkan dari asrama.


“Demikian surat ini dibuat. Terima kasih atas perhatian dan kesabaran bapak, ibu dan wali taruna,” demikian isi surat tersebut.


Orangtua Pertanyakan Tindak Lanjut


Meski yayasan telah menerbitkan surat pemberitahuan, sejumlah orangtua masih mempertanyakan tindak lanjut poin kedelapan, khususnya mengenai penanganan laporan kehilangan barang.


Mereka mempertanyakan apakah pihak sekolah telah menemukan orang yang diduga mengambil barang milik taruna serta bentuk sanksi yang diberikan apabila pelaku telah terbukti.


Orangtua juga mempertanyakan apakah telah dilakukan pertemuan antara pihak sekolah dengan wali taruna yang menjadi korban.


Kepala SMA Taruna PBD Medan, Jasa Karokaro, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan melakukan perbaikan terhadap persoalan tersebut.


“Coba kami klarifikasi dulu untuk perbaikan dan bisa menjadi lebih baik lagi. Mudah-mudahan tidak terulang kembali,” tulis Jasa.


Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai langkah konkret, termasuk kemungkinan pemanggilan atau pertemuan dengan wali taruna, Jasa belum memberikan penjelasan lebih lanjut.


Sementara itu, salah seorang orangtua taruna, Linda, mempertanyakan tindak lanjut terhadap poin kedelapan surat yayasan tersebut.


“Sudahkah ketemu pelakunya? Sudahkah diberi sanksi? Sanksi apa yang telah diberi sekolah, kenapa kejadian masih berulang?” kata Linda.


Menurut Linda, orangtua tidak menuntut pihak sekolah mengganti kerugian secara finansial. Mereka, katanya, lebih menginginkan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi anak-anak selama mengikuti pendidikan di asrama.


“Kami selaku orangtua tidak pernah menuntut sekolah untuk mengganti kerugian kami secara finansial. Kami hanya mau anak kami sekolah dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (rfn)