Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin. (Foto: Istimewa)
ARN24.NEWS -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Sultan B Najamudin mengingatkan elit politik nasional untuk tidak mempertontonkan sikap dan pernyataan politik yang cenderung mereduksi nilai demokrasi dan mengangkangi konstitusi dengan mendorong wacana Penundaan Pemilu.
Sebab, dorongan penundaan Pemilu sama halnya berupaya memperpanjang masa jabatan Presiden, isu yang sejak awal ditentang oleh Presiden Joko Widodo.
"Harus diakui bahwa terdapat banyak kepentingan yang memanfaatkan wacana politik yang inkonstitusional, baik secara politik maupun ekonomi," ujar Sultan B Najamudin, Minggu (27/2/22).
Menurut Sultan, hasil survey Litbang salah satu media menyebutkan bahwa motivasi elit Parpol sekarang ini dinilai belum menguntungkan secara politik untuk mendorong wacana penundaan Pemilu.
Hal ini menyebabkan elit parpol mulai melakukan hitung-hitungan politik secara realistis.
Meskipun kepuasan publik terhadap kinerja Presiden cukup tinggi, tetapi bukan alasan untuk menabrak rambu-rambu konstitusi yang ada. Apalagi jika itu diminta oleh segelintir masyarakat.
Mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini mengaku prihatin dengan suasana politik yang pragmatis sekarang ini yang mendorong para elit Parpol untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara baik dan maksimal pada jabatannya masing-masing.
Dikatakan, situasi nasional masih kondusif dan tidak terdapat keadaan darurat yang memaksa kita untuk menunda semua agenda politik statregis.
"Jika pemilu ditunda, lalu bagaimana dengan Pemilukada," tandas Sultan. (sh)








